Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu (doc MalangTIMES)
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu (doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hasil penyelidikan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, terkait jatuhnya lift proyek di proyek pembangunan gedung RSI Unisma hingga menewaskan lima pekerja dan lima pekerja mengalami luka, kini terungkap.

Lift proyek tersebut jatuh lantaran kelebihan muatan  (overload) sehingga tali sling yang menarik lift tersebut tak kuat menahan bobot dari rangka lift yang dinaiki oleh 11 pekerja.

Baca Juga : Kasus Proyek Maut di RSI Unisma Ditangani Polisi, hingga Kini belum Ada Penetapan Tersangka

 

"Ya hasil labfor sudah keluar. Intinya tali sling lift itu tidak kuat menahan beban," jelas Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu, Jumat (2/10/2020).

Hasil labfor nantinya juga sebagai salah satu hal yang membantu penyidik dalam melakukan analisa pihak yang harus bertanggung jawab. Apakah dalam hal ini memang ada unsur kelalaian dari operator, unsur pengawas atau ada unsur lain.

Namun mengenai hasil labfor, pihaknya tak bisa berbicara banyak, sebab pihaknya mengaku belum membaca detail dari hasil labfor. Dari hasil labfor hanya berbicara jatuhnya lift karena serat pada tali sling putus.

"Nanti akan dibawa dalam forum (gelar perkara). Dianalisa bersama, nanti forum yang menentukan siapa pihak yang harus bertanggung jawab, bukan penyidik yang menentukan. Penyidik punya analisa, tapi kembali lagi jika yang menentukan forum," bebernya.

Sementara itu, Kanit IV Pidsus Rudy Hidajanto menambahkan, jika para saksi-saksi tambahan, yang merupakan korban luka kini telah dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan. Dalam keterangan, mereka mengaku jika naik ke atas menggunakan lift atas inisiatif sendiri.

"Dan itu sudah sering dilakukan berkali-kali. Dari keterangan saksi, pengawasan mengenai safety minim," bebernya.

Mengenai posisi pengawas pada saat kejadian, dijelaskan Rudi, jika saat itu pengawas berada pada ruang direksi kit. Pihak pengawas saat itu mengakui jika tengah tidak enak badan sehingga tidak memantau para pekerja pada saat itu.

Baca Juga : Ganti Pejabat, Kasi Pidsus Kejari Kota Malang Pelajari Kasus Rumah Sakit Universitas Brawijaya

 

"Pengakuannya memang sudah seringkali memberi peringatan. Tapi saat kejadian pengakuannya sakit sehingga tidak memperingatkan," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jika pekan depan, pihak kepolisian bakal melakukan gelar pekerja untuk penetapan tersangka yang harus bertanggungjawab dalam kasus kecelakaan kerja di RSI Unisma. Kendati demikian, pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan terkait hari pasti dilakukannya gelar perkara.