Aileen Aurelia Farraz (istimewa)
Aileen Aurelia Farraz (istimewa)

MALANGTIMES - Atlet tenis cantik berusia 12 tahun, Aileen Aurellia Farraz sangat antusias saat didapuk menjadi model personal branding atlet berprestasi yang digagas oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.

Disporapar Kota Malang melakukan personal branding terhadap atlet berprestasi guna untuk menjaring atlet muda sebagai regenerasi. Hal itu dilakukan sebagai langkah minimal mempertahankan prestasi atlet dan selanjutnya bisa dilakukan pengembangan prestasi.

Baca Juga : Regenerasi Atlet, Disporapar Kota Malang Buat Personal Branding Atlet Berprestasi

 

Tenis sendiri adalah salah satu olahraga yang saat ini cukup minim peminat di Kota Malang, hal itu juga berkaitan dengan biaya dari olahraga yang cukup populer di daratan Eropa. Dan untuk ukuran anak-anak, tentunya Tenis bisa dikatakan sebagai cabang olahraga mahal.

Akan tetapi, sangat disayangkan jika regenerasi atlet Tenis di Kota Malang terhenti hanya karena masalah biaya yang cukup tinggi untuk melakukan latihan hingga mengikuti sejumlah event kejuaraan. Sehingga, Disporapar Kota Malang membuat sebuah kampanye personal branding. 

Selain untuk melakukan regenerasi atlet, kampanye ini juga untuk mempromosikan cabang olahraga tenis kepada perusahaan atau lembaga yang bersedia untuk mendukung.

Aileen begitu sapaan akrabnya, sangat senang karena ditunjuk sebagai model personal atlet berprestasi di cabang olahraga tenis. Karena menurutnya, hal itu bisa untuk menambah semangat rekan sesama petenis yang kemudian bersama-sama untuk membangun prestasi olahraga Kota Malang.

"Senang sekali karena bisa membantu Kota Malang, supaya banyak teman dan semakin enak jika latihan bersama. Karena kalau banyak teman itu bisa termotivasi untuk berprestasi," kata Aileen.

Atlet yang menempuh pendidikan di SMPN 1 Kota Malang ini mengaku saat ini memang olahraga tenis kurang digemari di kalangan masyarakat. Namun ia tidak patah semangat untuk membuat prestasi agar olahraga tersebut bisa kembali digemari oleh masyarakat umum. 

"Tenis sepertinya olahraga yang kurang memasyarakat saat ini, tapi kalau ada regenerasi mulai usia dini pasti prestasi (olahraga di Kota Malang) jadi lebih baik," imbuhnya.

Aileen sendiri pernah meraih predikat peringkat nasional Pelti (PNP) rangking 2 tahun 2018, dan sejumlah prestasi di ajang nasional bahkan internasional juga telah disandang meski baru berusia 12 tahun. Beberapa di antaranya seperti juara 1 double putri KU 12th dan juara 2 single putri KU 12th international junior championship XXVIII 2019. Kemudian juara 3 single putri KU 12th turnamen tenis ITF junior internasional (Piala Thamrin) 2019.

Baca Juga : DPRD Kota Malang Usulan Pembebasan Retribusi Sarana Olahraga, Disporapar: Itu Sah Saja

 

Sementara itu, dr Hera Dwi Novita, SpM(K) yang merupakan ibu dari Aileen Aurellia Farraz mengaku bahwa untuk kembali membuat tenis digandrungi oleh masyarakat umum dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Salah satunya, ia mengapresiasi apa yang saat ini sedang dilakukan oleh Disporapar Kota Malang dengan membuat personal branding atlet berprestasi.

"Sebagian orang tua kami mensuport (yang dilakukan Disporapar). Tapi kalau ingin memajukan Tenis tidak bisa dari satu pihak, jadi harus ada bersatu dari semua stakeholder, dan peran orang tua itu juga sangat penting. Siapa tahu dengan adanya personal branding ini, jadi ada perusahaan atau sponsor yang bisa mendukung atlet untuk lebih berprestasi," ungkap dr Hera.

Disisi lain, Plt Sekretaris Disporapar Kota Malang Eko Sya mengatakan bahwa personal branding yang dilakukan adalah sebuah program untuk meningkatkan prestasi dan regenerasi atlet dari berbagai cabang olahraga.

"Kita lagi mengangkat mem-publish atau mem-personal branding atlet-atlet usia dini. Ini akan kita publish di umum, akan kita buat suatu audio visual sehingga bisa memotivasi para anak-anak muda untuk berperan menjadi atlet berdasarkan cabang olahraga yang dia suka," ujar Eko Sya.

"Nanti akan kita luncurkan di videotron, gedung-gedung bioskop juga akan kita publish. Jadi gaya life stylenya ini olahraga, untuk menarik anak-anak muda itu. Karena sekarang kita kesulitan untuk atlet usia dini, nah ini kita lagi mem-branding atlet-atlet," imbuhnya mengakhiri.