Wali Kota Malang Sutiaji (kemeja putih lengan panjang) saat meninjau progres pembangunan Jembatan Kedungkandang, Rabu (30/9). (Ahmad Amin/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (kemeja putih lengan panjang) saat meninjau progres pembangunan Jembatan Kedungkandang, Rabu (30/9). (Ahmad Amin/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pembangunan salah satu megaproyek Kota Malang, yakni Jembatan Kedungkandang, menunjukkan progres yang signifikan. Targetnya, sebelum tahun baru 2021 atau akhir Desember 2020,  Jembatan Kedungkandang sudah bisa dipergunakan masyarakat.

Wali Kota Malang Sutiaji meninjau lokasi pembangunan Jembatan Kedungkandang hari ini (Rabu, 30/9/2020) untuk memastikan progres pengerjaan jembatan terlaksana sesuai tenggat waktu yang ditargetkan.

Baca Juga : Terdampak Covid-19, Pasar Kotalama Batal Direvitalisasi Tahun Ini

Menurut Sutiaji, bukan tidak mungkin dengan fasilitas akses bagi pengguna jalan umum tersebut, kawasan timur Kota Malang ini bakal menjadi metropolitan. Terlebih ketika persimpangan wilayah exit tol Madyopuro telah terselesaikan.

"Ketika interchange tol (kawasan exit tol Madyopuro) sudah jadi, akses ini sesuai dengan set plan kita. Kedungkandang yang dulu dipandang sebelah mata punya kekuatan untuk menjadi metropolitan di daerah sini sehingga mengangkat kesejahteraan dan martabat masyarakat Kota Malang," ujar Sutiaji.

Secara teknis, pembangunan Jembatan Kedungkandang saat ini dalam progres pemasangan balok girder. Pemasangan semua balok girder ini dijadwal  terselesaikain sampai 9 November 2020 mendatang.

Dalam kesempatan ini, Sutiaji memastikan progres pemasangan balok girder sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Setelah balok girder terpasang, dilanjutkan dengan pengecoran dan menunggu waktu kurang lebih 21 hari lalu dilakukan pengaspalan.

"Timeline-nya itu 9 November. Secara teknis, saya pasrahkan kepada tim. Tapi saya minta kalau sudah selesai, bisa langsung dilakukan sehingga tidak menunggu lama karena nunggu keringnya beton itu kurang lebih 21 hari," ucapnya.

Yang jelas, Sutiaji berharap Desember 2020 mendatang, progres Jembatan Kedungkandang ini bisa terselesaikan. Sehingga, awal tahun baru 2021 sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum. "Intinya bagaimana Desember itu bisa selesai sehingga tahun baru nanti sudah bisa dimanfaatkan," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Hadi Santoso mengatakan, hingga akhir September 2020 ini, progres pembangunan Jembatan Kedungkandang sudah mencapai 51,6 persen.

Baca Juga : Pusat Data Terpadu Pemkot Malang Ditarget Rampung Dua Tahun

Hadi menyebut, dalam proses pengerjaan selama ini,   tak ada kendala yang berarti. Hanya, memang ada titik kritis untuk jadwal pengecoran pelat.

"Ini sudah 51,6 persen. Itu per akhir September ini. Tentu ke depan ini lebih cepat lagi karena bobot terbesar di progres itu adalah beton. Bagaimana saya laporkan ke Pak Wali (Wali Kota Malang Sutiaji), titik kritis pembangunannya adalah saat jadwal pengecoran pelat. Bleset (tidak sesuai jadwal), bisa lewat tahun anggaran nanti," ungkapnya.

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Soni ini menjelaskan, total kebutuhan balok girder di Jembatan Kedungkandang mencapai 48 buah. Saat ini pemasangan balok tersebut sudah terealisasi sebanyak 24 buah.

"Ada 48 balok. Yang sudah saat ini 24 terpasang. Makanya nanti 9 November harus selesai pemasangan balok girder dan dicor biar nutut (tepat waktu) nanti. Pokoknya sebelum tahun baru, sudah diresmikan," kata Soni.