Ilustrasi minyak sereh. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi minyak sereh. (Foto: Shutterstock)

MALANGTIMES - Salah satu kebutuhan penting untuk menunjang mobilisasi masyarakat adalah Bahan Bakar Minyak atau BBM. Sayangnya, harga BBM makin lama semakin mahal. Hal ini membuat kita sebagai pemilik kendaraan bermotor senantiasa harus berhemat. Pertanyaannya, bagaimana cara kita berhemat apabila mobilisasi kita tinggi?

Sekelompok mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) mampu menjawab pertanyaan itu. Mereka menemukan penghemat BBM murah dengan minyak sereh wangi.

Baca Juga : Gelar Seminar Online, Direktur Polkesma Tekankan Pentingnya Peran Perempuan di Masa Covid

Rohmah Milenia, mewakili tim menyampaikan bahwa kebutuhan bahan bakar yang terus meningkat membuat cadangan minyak bumi semakin berkurang. Di sisi lain, terdapat minyak atsiri yang merupakan hasil dari kekayaan alam Indonesia. "Salah satunya adalah minyak sereh wangi, yang diprediksi memiliki karakteristik mendekati karakteristik dari bahan bakar minyak," ucapnya.

Dia dan kedua rekannya, Livya Safira Islam dan Muhammad Ihsa, akhirnya melakukan riset tentang keefektifan penambahan minyak atsiri sereh wangi sebagai bioaditif bahan bakar minyak. Ia menemukan, minyak sereh wangi sangat berpotensi menjadi zat aditif untuk bahan bakar minyak terutama RON 90 (Pertalite) dan RON 88 (Premium). “Sereh wangi ini dapat berfungsi sebagai penyuplai oksigen (oksigenat) untuk pertalite dan premium,” terang Rohma.

Lebih lanjut, kandungan oksigen itu dapat memaksimalkan proses pembakaran pada mesin. Jika proses pembakaran terjadi optimal dan efisien maka konsumsi bahan bakar akan menurun.

Dalam penelitiannya, ternyata efek minyak sereh wangi itu juga meningkatkan angka oktan hingga 9% dan juga nilai kalor bahan bakar. Hal ini berarti jumlah energi yang dihasilkan akan semakin besar sehingga konsumsi bahan bakar pun akan semakin menurun.

Baca Juga : Gegara Caping Gunung dan Gantas Bilat, Guru SD Ini Jadi Juara Inobel Tingkat Kabupaten

Metode yang digunakan juga tergolong mudah dan murah. Tim hanya perlu mencampurkan (metode blending) 0.1% hingga 1.5% minyak sereh wangi untuk volume bahan bakar 500 ml hingga 1000 ml. “Semoga penelitian ini bisa mengurangi konsumsi bahan bakar di Indonesia, selain itu bisa membuka wawasan akan kekayaan alam Indonesia yang masih sangat bisa dikelola potensinya,” harap Rohma mewakili tim.

Berdasarkan penelitian ini, Rohma beserta kedua rekannya di bawah bimbingan Aji Hendra Sarosa ST MT akan berjuang ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXXIII pada November 2020 mendatang.