Pelaku pembunuhan pegawai bengkel AC saat melakukan rekonstruksi. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Pelaku pembunuhan pegawai bengkel AC saat melakukan rekonstruksi. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polisi melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan pegawai bengkel AC di Jalan Letjend S. Parman, Senin (28/9/2020). Rekontruksi dilakukan guna mempermudah jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kota Malang dalam melakukan pembuktian dan mengungkap apakah terdapat fakta baru terkait pembunuhan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu melalui Kanit IV Pidsus Iptu Rudy Hidajanto menjelaskan, dalam rekontruksi tersebut digambarkan secara gamblang aksi pelaku pembunuhan, yakni Imron (17), warga Dusun Bali, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Baca Juga : Aksi Bejat 7 Pemuda Perkosa Gadis SMA Hingga Hamil 5 Bulan, 3 Pelaku Jadi Buron Polisi

Dalam rekonstruksi tersebut, sebanyak 22 adegan diperagakan. Mulai awal yang menjadi pemicu pelaku emosi dan menyimpan dendam hingga pelaku membunuh korban. Adegan dilakukan satu demi satu secara berurutan.

Dari 22 adegan itu, Rudy mengatakan tidak terdapat fakta baru. Pelaku membunuh korban dengan melakukan empat kali pukulan terhadap korban Redy Setyo (20). "Tidak terdapat fakta baru. Semua sudah terungkap saat dalam proses penyidikan dan pemeriksaan terhadap tersangka," jelasnya, Senin (28/9/2020).

Imron membunuh Redy lantaran dendam  karena korban sering mengejek dan mengumpat dengan kata-kasar dalam bahasa Jawa. "Sering dipisui (diumpat). Akhirnya dendam dan melakukan pembunuhan," bebernya.

Sementara, JPU Kejari Kota Malang Hanis Aristya Hermawan menjelaskan, memang pihak Kejari Kota Malang diundang dalam rekonstruksi ini. Hal itu agar nantinya pihak kejari bisa mengetahui isi berkas perkara yang akan dilimpahkan ke kejaksaan. "Ya agar memahami dan melengkapi berkas yang diajukan untuk penuntutan nanti dalam persidangan," ucapnya.

Baca Juga : Hindari Jadi Korban Penjahat Ngaku Polisi, Masyarakat Diminta Berani Tanyakan Identitas

Sebelumnya, seorang pemuda 20 tahun bernama Redi Setyo ditemukan tak bernyawa dalam kamar yang ada di sebuah bengkel AC (3/9/2020). Korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan tertutup jaket warna abu-abu. Korban pertama ditemukan oleh seorang saksi yang datang ke bengkel. Dalam penyelidikan polisi, Redy ternyata dibunuh rekan kerjanya, Imron.