Sugeng Santoso, pelaku mutilasi yang mendapatkan vonis hukuman mati (berompi orange)(Doc MalangTIMES)
Sugeng Santoso, pelaku mutilasi yang mendapatkan vonis hukuman mati (berompi orange)(Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kuasa Hukum terpidana mati, Sugeng Santoso, hingga kini belum bisa berbuat banyak terkait vonis mati yang didapat Sugeng. Sebab, pihaknya masih menunggu salinan lengkap putusan terhadap Sugeng.

"Bahwa tim penasehat hukum sampai dengan hari Jumat (25/9/2020) kemarin, belum mendapatkan salinan putusan Sugeng Santoso. Hal ini dikarenakan Mahkamah Agung yang memutus perkara Sugeng belum mengirimkan salinan tersebut ke Pengadilan Negeri Malang," jelas Iwan Kuswardi, Kuasa Hukum Sugeng Santoso melalui pernyataan rilisnya, Minggu (27/9/2020).

Baca Juga : Diduga Salahi Aturan dan Gunakan Fasum Fasos Perumahan, RS UB Digugat

Atas keterlambatan pengiriman putusan Sugeng Santoso ini, jelas merugikan tim penasehat hukum. Sebab, sejak tanggal 14 September 2020, tim kuasa hukum sudah menandatangani Relaas pemberitahuan putusan Kasasi, jika hukuman Sugeng dari vonis 20 tahun diperberat menjadi hukuman mati.

"Konsekuensi menandatangani Relaas pemberitahuan putusan Kasasi, adalah tenggat waktu mengajukan upaya hukum luar biasa sudah berkurang. Dan jika sampai hari ini kami belum mendapatkan salinannya, maka waktu kami semakin menipis (dalam pengajuan PK). Hal itu sangat merugikan hak hukum Sugeng Santoso," jelasnya.

Seperti diketahui, jika waktu yang diberikan untuk mengajukan PK ataupun grasi terhadap Presiden selama 180 hari sejak diterimanya petikan putusan dan tidak terdapat penambahan waktu.

Namun demikian, tim penasehat hukum telah bertemu dengan Sugeng Santoso maupun keluarganya, dan semuanya menyayangkan hukuman mati tersebut. Keluarga yakin Sugeng bukan membunuh orang, akan tetapi memotong mayat yang sudah tidak bernyawa.

Jika Sugeng Santoso akan mengajukan PK, tentu tim penasehat hukum harus mempertimbangkan pula terkait alasan Mahkamah Agung memperberat hukuman Sugeng menjadi hukuman maksimal atau hukuman mati.

Baca Juga : Anaknya Tersangkut Kasus Penjambretan, Ini Motif Korupsi Mantan Kades Slamparejo

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sugeng Santoso kembali menjadi perhatian. Sebab, dari vonis 20 tahun penjara, Sugeng kemudian mendapatkan vonis mati dari Mahkamah Agung. Hal itu terungkap setelah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang memberikan pernyataan terkait vonis pada 14 September 2020 lalu. Namun saat itu pihak Kejari belum bisa menjelaskan secara detail, lantaran belum menerima lengkap terkait salinan putusan tersebut.