Kepala Kejari Kota Malang Andi Darmawangsa (depan) saat mengenalkan dua pejabat baru (Hendra Saputra)
Kepala Kejari Kota Malang Andi Darmawangsa (depan) saat mengenalkan dua pejabat baru (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Pejabat yang menjadi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang resmi berganti. Saat ini, Dino Kriesmiardi menggantikan posisi Ujang Supriyadi yang saat ini telah di mutasi ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. 

Melakoni jabatan barunya, Dino mengaku akan mempelajari lebih dulu kasus yang sebelumnya sudah ditangani oleh Ujang. Beberapa kasus pidana khusus yang berhubungan dengan aset atau keuangan negara dan sudah ditangani Kejari Kota Malang, kini akan kembali mendapatkan perhatian.

Baca Juga : Polisi Mulai Persempit Pihak yang Harus Bertanggung Jawab Terkait Proyek Maut RSI Unisma

"Pada prinsipnya mulai Kamis (24/9/2020) saya mulai aktif menjadi Kasi Pidsus (Kejari Kota Malang). Saya akan pelajari kasus yang sudah masuk dalam tahap penyelidikan," ujar Dino Kriesmiardi.

Untuk diketahui, kasus yang saat ini ditangani oleh Kejari Kota Malang di antaranya yakni terkait Rumah Sakit (RS) Universitas Brawijaya (UB), serta Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Malang.

Sebelumnya, Dino Kriesmiardi menjabat sebagai Kasi Intel Kejari Lamongan. Sejumlah kasus pernah ditangani seperti penyelewengan dana hibah tahun 2015 yang dilakukan KPU Lamongan dan melibatkan sejumlah pejabat.

Sementara itu, pergantian pejabat yang ada di lingkungan Kejari Kota Malang dianggap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang Andi Darmawangsa sebuah hal lumrah. 

Namun, ia berharap ada sebuah terobosan dari pejabat baru yang nantinya memegang kendali kasus pidana khusus yang sebelumnya tengah ditangani oleh pejabat lama.

Baca Juga : Pemeriksaan Laka Kerja Proyek RSI Unisma Berlanjut, sudah 15 Saksi Diperiksa

"Harapan kami dengan hadirnya pejabat baru ini bisa meneruskan rintisan dari (pejabat) yang lama, khususnya bidang pidsus agar bisa segera menyelesaikan perkara (yang sudah ada)," pesan Andi Darmawangsa.

Sementara itu, bukan hanya pergantian pejabat bukan hanya ada di jajaran Kasi Pidsus. Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) juga mengalami pergantian dari Dian Purnama ke Achmad Fauzan yang sebelumnya menjabat Kasi Pidsus di Kejari Bojonegoro.