Pihak kepolisian saat meninjau lokasi kejadian jatuhnya lift proyek yang menewaskan lima orang pekerja dan lima orang luka-luka (Doc MalangTIMES)
Pihak kepolisian saat meninjau lokasi kejadian jatuhnya lift proyek yang menewaskan lima orang pekerja dan lima orang luka-luka (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penyelidikan kasus proyek maut di RSI Unisma yang menelan lima korban jiwa dan lima korban luka-luka, diakui pihak kepolisian Polresta Malang telah berjalan 70 persen. Hal tersebut diakui Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, melalui Kanit IV Pidsus, Iptu Rudy Hidajanto, Jumat (25/9/2020). "Ya penyelidikan kira-kira sudah berjalan sekitar 70 persenan," bebernya.

Sambung Rudy, saat ini pihak kepolisian masih terus berupaya menggali keterangan pihak-pihak terkait dalam kasus kecelakaan kerja di proyek RSI Unisma. Seperti halnya korban luka yang belum diperiksa untuk semakin memperkuat pengerucutan pihak yang harus bertanggung jawab.

Baca Juga : Dalami Kasus Kecelakaan Kerja Proyek RSI Unisma, Ketua Pelaksana Proyek dari Yayasan Diperiksa

Belum diperiksanya para korban luka, lantaran sebelumnya pihak kepolisian yang akan melakukan pemeriksaan, masih belum diperbolehkan oleh pihak rumah sakit. Hal itu lantaran kondisi korban yang masih belum stabil pasca operasi. "Kami tinggal menunggu dari saksi-saksi korban luka yang sebelumnya belum bisa diperiksa lantaran masih dalam perawatan," ungkapnya.

Namun dari informasi yang didapat, jika para korban luka-luka yang sebelumnya dirawat di beberapa rumah sakit telah pulang ke rumahnya (24/9/2020). Dari situ, pihak kepolisian berencana segera mendatangi mereka untuk diambil keterangannya.

"Sebenarnya keterangannya mungkin sama, namun tetap perlu kita ambil untuk mengetahui dan memastikan siapa yang meninggal. Meskipun keterangannya sama, namun dia bagian dari korban, maka penyidik wajib untuk memeriksa. Saksi semakin banyak kan semakin bagus untuk membuktikan," jelasnya.

Hingga saat ini, jumlah saksi yang diperiksa oleh pihak kepolisian terkait proyek maut tersebut berjumlah sekitar 15 orang.

Sebelumnya, pihak Polresta Malang Kota telah memeriksa pihak PT, Yayasan Unisma maupun pihak RSI Unisma, tiga hari berturut-turut. Pihak PT yang dihadiri oleh pengawas atau mandor, diperiksa pada 22 September 2020. Sementara, pihak yayasan diperiksa pada 23 September 2020 dan pihak Direktur RSI diperiksa pada 24 September 2020.

Baca Juga : Jeda Pemeriksaan, Pihak Pelaksana Proyek Maut RSI Unisma Bungkam ke Media

Pihak yayasan, diperiksa terkait kontrak pekerjaan dengan pihak PT, sedangkan pihak RSI diperiksa terkait pemakaian gedung, Sementara pihak PT juga diperiksa terkait kontrak kerja dan juga perihal lift proyek yang jatuh. "Untuk sementara saksi dari pihak yayasan, pihak PT dan Dirut RSI sudah cukup," pungkasnya.