Ilustrasi kecelakaan kerja (petrotrainingasia)
Ilustrasi kecelakaan kerja (petrotrainingasia)

MALANGTIMES - Kasus kecelakaan kerja pada proyek pembangunan Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) saat ini masih dalam penyelidikan petugas. Setelah sebelumnya pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap pihak kontraktor, kali ini giliran pihak Yayasan Unisma.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, membenarkan jika hari ini (23/9/2020) pihak yayasan menjalani pemeriksan terkait kasus tersebut. Untuk pihak yang dipanggil, dijelaskannya, jika terperiksa merupakan sebagai ketua pelaksana proyek.

Baca Juga : Jeda Pemeriksaan, Pihak Pelaksana Proyek Maut RSI Unisma Bungkam ke Media

"Satu orang, ketua pelaksana proyek, tapi saya belum tau identitasnya," jelas Kasat Reskrim.

Ditanya mengenai materi pemeriksaan, ia belum bisa menjelaskan secara detail. Pihaknya mengaku juga belum mengetahui materi pemeriksaan.

"Saya juga belum tahu. Ini kan masih belum selesai. Saya masih kasih leluasaan penyidik untuk melakukan pemeriksaan," bebernya.

Sementara itu, dalam pemeriksaan sebelumnya, di mana pihak kontraktor diperiksa, disampaikan Azi jika pihak kontraktor diperiksa perihal pembangunan gedung dan juga perihal standar lift yang digunakan dalam proyek.

Yang diperiksa merupakan Direktur Utama PT Dwi Ponggo Seto berinisial MN yang merupakan pelaksana proyek. Dari hasil pemeriksaan, MN mengaku jika ia tidak mengetahui mengenai lift  lantaran sudah menyerahkan kepada pihak pelaksana lapangan.

“Dia mengatakan kalau tidak tahu mengenai lift,  karena sudah diserahkan kepada pelaksana lapangan," bebernya.

Baca Juga : Awalnya Diduga Komplotan, 2 Pelaku Pencatut Nama Disparpora Sebut Mereka Korban Juga

Setelah ini, pihaknya masih akan melanjutkan pemeriksaan terhadap pihak lainnya. Besok (24/9/2020), informasi yang diperoleh jika pihak direktur rumah sakit akan dipanggil untuk diperiksa.

Kasus ini bermula adanya kecelakaan kerja pada proyek pembangunan gedung RSI Unisma (8/9/2020). Lift proyek jatuh lantaran kelebihan muatan dan akhirnya menewaskan lima orang pekerja dan membuat lima lainnya luka-luka.

Saat itu para pekerja akan naik ke atas menuju lantai lima menggunakan lift. Namun karena diduga muatan berlebihan, akhirnya tali sling lift tersebut putus saat sampai di lantai 4 dan membuat 10 pekerja terjatuh.