Ilustrasi. (Foto: pinterest.com).
Ilustrasi. (Foto: pinterest.com).

MALANGTIMES - Belakangan ini masker scuba menjadi perbincangan publik. Pasalnya, masker jenis ini dianggap tak ampuh menghalau virus termasuk Covid-19.

Penggunaan masker saat ini menjadi hal yang penting untuk selalu digunakan saat beraktivitas di luar rumah sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Baca Juga : Optimalkan Operasi Yustisi, Forkopimda Kabupaten Malang Libatkan Ormas dan Komunitas

 

Seiring dengan itu, beragam jenis masker kain yang dianjurkan untuk dikenakan bagi warga yang sehat bermunculan. Salah satunya yang berjenis scuba. Lantas masker seperti apa yang layak dianggap sebagai pelindung dari virus?

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan kriteria standar dari masker adalah sebagai perlindungan diri sendiri dan juga melindungi orang lain.

Meski, tak dapat dipungkiri di masa pandemi ini memang banyak beragam jenis masker yang muncul dan digunakan di masyarakat. Tetapi, mengacu pada standar kesehatan maka yang paling sesuai untuk diikuti adalah standar dari surgery mask atau masker bedah.

"Masker itu banyak macamnya, kalau rekomendasi tentu adalah masker yang sudah ada standartnya masker bedah atau masker surgery. Kalau masker bedah itu ketika memakainya dengan baik dan benar itu sudah 86 persen kita terlindungi," jelasnya.

Menurut Husnul, standar dari masker bedah ini telah dirancang khusus untuk menangkal paparan virus dari luar dan dari dalam bagi pemakainya. Sehingga akan mampu melindungi pemakainya dan orang lain disekitarnya.

"Jadi intinya kalau masker standar itu dari paparan luar masker ini kita terlindungi, kemudian dari dalam waktu kita batuk, waktu kita bicara itu juga masih terlindungi supaya tidak menyebar kepada orang yang disekitar kita," imbuhnya.

Baca Juga : Pemakaian Masker Scuba Tak Dianjurkan, Wali Kota Malang Belum Berniat Beri Larangan

 

Terkait munculnya modifikasi bahan masker hingga ke ranah fashion, Husnul tak mengaitkan dengan jenis bahan tertentu apakah layak atau tidak.

Pria yang juga Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang ini menyebut, hal utama yang perlu diperhatikan berkaitan tata cara penggunaan dari masker. Artinya, baik itu jenis kain yang bisa dipakai ulang setelah dicuci ataupun masker bedah maka harus sama-sama melindungi.

Kemudian, pemakaian daripada masker itu sendiri harus tepat. Yakni menutup rapat keseluruhan mulai dari area hidung hingga dagu untuk pencegahan masuknya virus penyebab penyakit, termasuk Covid-19.

"Yang penting adalah masker itu dipakai dan benar makainya. Kalau saya contohkan seperti standar masker bedah itu kan ada pelindung di atas, ada kawatnya. Sehingga tertutup rapat di atas, dan masker itu bisa sampai di dagu bawah. Sehingga kalau kita bicara, atau apa itu sudah mempunyai standar keamanan," tandasnya.