Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Masyarakat dewasa ini harus benar-benar bijak dalam penggunaan air bersih yang bersumber dari PDAM atau Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Pasalnya, banyak yang mengalami tagihan air membengkak.

Beberapa merasa tak begitu siginifikan dalam penggunaan air. Karenanya, Perumda Tugu Tirta Kota Malang mengimbau pelanggan untuk bijak dalam menggunakan air bersih sesuai kebutuhan. Sehingga, tagihan rekening air bulanan relatif wajar sesuai pemakaian.

Baca Juga : Netralitas ASN di Pilkada, Sekda Kabupaten Malang: Secepatnya Kita Lakukan Koordinasi dengan Inspektorat dan Bawaslu

"Dengan pemakaian air bersih yang sesuai kebutuhan dan sewajarnya maka tagihan rekening air bulanan juga akan relatif wajar sesuai dengan pemakaiannya," ujar Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas.

Menurut Muhlas, selama ini proses produksi dan pemasokan air untuk didistribusikan kepada pelanggan juga terus diupayakan agar memenuhi standart kualitas dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

"Kami terus berupaya melakukan operasi produksi air sesuai standar kualitas. Sehingga, pemenuhan kebutuhan air kepada masyarakat Kota Malang aman dan sehat," imbuhnya.

Di samping penggunaan air dengan bijak, ada beberapa hal yang wajib diketahui oleh pelanggan agar tetap aman menggunakan air tanpa dikenai sanksi denda.

Salah satu kasus yang kerap ditemui di lapangan, yakni ada pelanggaran dari pelanggan yang melakukan penarikan langsung air dalam instalasi Perumda Tugu Tirta dengan pompa air.

"Kalau perbuatan tersebut dilakukan oleh pelanggan yang dengan sengaja menarik air dari instalasi Perumda Tugu Tirta dengan menggunakan pompa air, ini akan merugikan pelanggan di sekitarnya karena aliran air minum menjadi kecil bahkan tidak mengalir," jelasnya.

Hal ini sejatinya harus diperhatikan, sebab sesuai dengan Peraturan Direksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tugu Tirta Kota Malang Nomor 06 Tahun 2016 tentang Pengenaan sanksi kepada pelanggan dan non-pelanggan yang melakukan pelanggaran maka yang dengan sengaja akan dikenai sanksi denda.

Baca Juga : Evaluasi Perda Ketertiban Umum dan Lingkungan Kota Malang Terganjal Kajian

"Jika ada pelanggan yang kedapatan menarik langsung air menggunakan pompa itu, maka sanksi yang diberikan mulai dari penutupan sementara sambungan air hingga denda. Yakni, dari sebesar Rp 220 ribu sampai dengan Rp 2 juta bergantung golongan pelanggarannya," terangnya.

Lantas, langkah apa yang harus dilakukan pelanggan ketika mengalami kejanggalan gangguan air dengan mendadak?

VIDEO SELENGKAPNYA KLIK DISINI

Pelanggan diimbau untuk langsung menghubungi hotline pelayanan pengaduan Perumda Tugu Tirta Kota Malang untuk melaporkan gangguan yang dialami. Nantinya, dengan sigap tim akan langsung bergerak mengecek area lokasi apakah memang ada gangguan atau ada pelanggaran yang dilakukan pihak-pihak tertentu.

"Sampaikan nomor saluran, nama dan nomor telpon yang bisa dihubungi. Selanjutnya petugas dari PDAM akan langsung melakukan pengecekan ke area lokasi yang bersangkutan, apakah memang ada indikasi pelanggaran atau murni gangguan," tandasnya.