Ilustrasi swab tes. (Foto: Hort Rasur).
Ilustrasi swab tes. (Foto: Hort Rasur).

MALANGTIMES - Upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Malang dinilai masih belum maksimal. Salah satunya pada pelayanan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Karena itu, dewan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memaksimalkan pelayanan di Labkesda.

Optimalisasi layanan yang disoroti dalam hal ini terkait fasilitas tes Swab. Menyusul Kota Surabaya yang telah memberikan fasilitas itu secara gratis kepada warganya. Hal itu disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Malang Fraksi PKS, Ahmad Fuad Rahman. 

Baca Juga : Swab Test 31 Warga Ponpes Al Izzah Kota Batu Kembali Dilakukan Pekan Ini

Menurut Fuad, Kota Malang sejatinya bisa ikut memberikan fasilitas Swab Test secara gratis terhadap warganya guna percepatan penanganan Covid-19. "Seperti yang dilakukan di Surabaya, memberikan fasilitas Swab Test gratis kepada warganya. Kami ingin Kota Malang juga melakukan, agar bisa sebanyak-banyaknya melakukan tes dan proses Tracing-nya lebih optimal," terangnya.

Menurut Fuad, Pemkot Malang bisa mengoptimalkan layanan di Labkesda dengan sarana prasarana yang memadai. Yang mana anggarannya, bisa meminjam dari pemerintah pusat atau memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Atau, jika memungkinkan bisa menjalin kerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi (PT) yang telah memiliki laboratorium yang mumpuni, dan sesuai kriteria. "Anggaran bisa diambilkan dari BTT, atau bisa melakukan kerjasama debgan perguruan tinggi itu untuk melakukan controling penanganan covid-19, ini juga harus dimaksimalkan. Dengan begitu paling tidak satu minggu bisa menjangkau 1.500 yang dilakukan Test Swab," tandasnya.

Menanggapi itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan hal itu tidak menutup kemungkinan untuk juga diterapkan di Kota Malang. Hanya saja, persoalan anggarannya yang belum bisa merealisasikan itu di waktu dekat ini.

Menurutnya, Kota Surabaya bisa memberikan fasilitas khusus Labkesda lantaran anggaran dana untuk Dinas Kesehatan Surabaya berjumlah tiga kali lipat dibanding anggaran Kota Malang.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Ponpes, Pemkot Batu Perketat Protokol Kesehatan

Untuk tahun 2020 ini, Dinkes Kota Malang memiliki jumlah anggaran senilai Rp 277 Miliar. "Sering orang nanya gitu (swab gratis), tidak menutup kemungkinan Kota Malang nanti akan lihat. Ya mudah-mudahan bisa, semangatnya ke sana. Di Surabaya itu karena memang anggarannya tiga kali lipat dari kita," paparnya.

Karenanya, untuk saat ini pihaknya mengharapkan masyarakat Kota Malang untuk melakukan pencegahan dengan tetap menjaga imunitas tubuhnya dengan baik. Di samping juga memperkuat kampung tangguh di setiap wilayah untuk memantau disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Kami mendorong kepada masyarakat kita lebih dan lebih untuk mitigasi dirinya sendiri. Kami juga nanti akan gerak untuk penguatan kampung-kampung tangguh disampaikan edukasi terus mengenai disiplin protokol kesehatan dan melakukan treatment, intinya jangan lengah," tandasnya.