Kepala Dinsos-P3AP2KB Peny Indriani (Hendra Saputra)
Kepala Dinsos-P3AP2KB Peny Indriani (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang berharap di Hari Kontrasepsi yang jatuh pada 26 September 2020 ada program jangka panjang seperti MOP.

MOP sendiri bisa disebut dengan vasektomi merupakan metode kontrasepsi permanen bagi pria dengan prosedur klinis untuk menghentikan kemampuan reproduksi pria dengan jalan melakukan pengikatan/pemotongan saluran sperma (vas deferens) sehingga pengeluaran sperma terhambat dan pembuahan tidak terjadi.

Baca Juga : Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak Meningkat di Jatim, Dampak Pandemi Covid-19

"Keluarga berencana (KB) itu dalam waktu dekat kan ada Hari Kontrasepsi Dunia, Nah itu diharapkan KB itu ada program jangka panjang seperti MOP," ujar Kepala Dinsos-P3AP2KB, Peny Indriani, Senin (21/9/2020).

Menurut Peny, saat ini kegiatan tersebut sulit dilaksanakan karena pandemi covid-19 yang belum mereda. Namun pihaknya yakin program tersebut bisa lonjakan angka kehamilan di Kota Malang di mana saat ini banyak masyarakat yang melakukan aktivitas dirumah. "Harapan saya tetap melaksanakan biar tidak meledak bayinya, khawatirnya kan gitu," ucap Peny.

Namun karena masa pandemi covid-19, kemungkinan kegiatan tersebut tidak bisa terselenggara. "Jadi kita tidak melaksanakan, hanya dapat dua MOP dari Sukun kalau tidak salah. Akhirnya dibantu provinsi di lakukan MOP di KB Singosari, jadi dokternya dari Surabaya yang ke situ," imbuh Peny.

Lanjut Peny, saat ini angka kehamilan di Kota Malang masih stabil. Namun, dalam hal ini Peny berharap masyarakat juga ikut menjaga agar lonjakan kehamilan tidak melambung dalam rentan beberapa bulan sebelum akhir tahun. "Sementara ini angka kehamilan masih stabil, saat ini rata-rata yang hamil merupakan pengantin baru atau sudah tertunda lama," pungkasnya.