Capture gambar postingan dari akun Instagram Backroom by Triangle yang nampak memposting acara yang digelar dan menandakan kafe telah buka di masa pandemi (Ist)
Capture gambar postingan dari akun Instagram Backroom by Triangle yang nampak memposting acara yang digelar dan menandakan kafe telah buka di masa pandemi (Ist)

MALANGTIMES - Bukanya Kafe Triangle yang ada di Jalan Soekarno Hatta nomor 72 di masa pandemi, saat ini meresahkan warga sekitar. 

Warga menyayangkan, di mana saat masa pandemi tempat hiburan malam masih belum diperbolehkan membuka usaha lantaran ditakutkan mengumpulkan massa, malah dilanggar oleh kafe yang kini telah berganti nama menjadi Backroom by Triangel.

Baca Juga : Mengemudi dalam Kondisi Mabuk, Truk Tangki Muatan Tetes Lindas Sepeda Motor

Pantauan di lapangan oleh media ini semalam, sekitar pukul 20.55 wib, dari depan suasana nampak terlihat lengang. Saat itu, memang lokasi kafe sudah nampak menyala lampu depan. Sementara terlihat pintu masuk kafe terlihat tertutup, namun dijaga dua sekuriti berbadan tegap.

Di depan lokasi kafe sendiri, juga terdapat jejeran sepeda motor yang entah motor tersebut merupakan milik karyawan atau pengunjung Triangle. Selain motor, saat itu juga nampak sebuah mobil terparkir di depan lokasi Backroom by Triangle. Dari pandangan mata tersebut menggambarkan jika Backroom by Triangle dalam kondisi buka.

Selain itu, telah bukanya Backroom by Triangle juga nampak dari postingan-postingan Instagram pada akun miliknya, yakni @backroom.malang yang terlihat selalu menampilkan para bintang tamu pengisi musik yang akan tampil di Backroom by Triangle.

Seperti acara JUK E BOX, karaoke malam yang digelar pada Kamis, 17 September. Ada juga POP & BANG yang tertulis digelar pada Jumat malam, 18 September.

Bukanya lokasi hiburan malam tersebut, sempat dikeluhkan dan disayangkan oleh warga. Warga menyayangkan, lokasi tersebut masih tetap nekat buka kendati dari pihak Pemkot belum mengeluarkan izin untuk buka selama pandemi.

Selain itu, warga juga mengeluhkan, keberadaan kafe yang ada di kawasan Jalan Soekarno Hatta nomor 71 itu membuat bising dan juga parkir memakan badan jalan. Warga yang mengeluhkan keberadaan Backroom by Triangle dari sekian warga di antaranya adalah SPR (53) warga Jalan Candi Panggung Indah dan juga DP (55) warga Jalan PTP Soekarno Hatta.

Terkait keluhan tersebut, media ini coba mengkonfirmasinya kepada salah satu pihak manajemen Backroom by Triangle bernama Medi, yang dulu sempat diketahui mengurusi karyawan yang menjadi korban penganiayaan dari bos Triangle waktu itu di rumah sakit.

Namun ketika dihubungi melalui WhatsApp sekitar pukul 22.33 wib, dan ditanya perihal masih bukanya kafe dan juga terkait keluhan warga sekitar terhadap Backroom by Triangle, pihaknya belum merespon pesan dari media ini kendati telah bertanda centang dua, yang artinya sudah terkirim. Dihubungi melalui telepon juga belum diangkat.

Baca Juga : Warga Keluhkan Tempat Hiburan Malam, Ternyata Pengusaha Tak Indahkan Panggilan Satpol PP

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata, ditanya perihal lokasi tempat hiburan malam yang masih buka, menjelaskan, jika hal tersebut bukan merupakan ranah dari kepolisian.

"Kalau tempat hiburan bukan areal saya. Saya sudah berkali-kali sampaikan, memang orang selalu berfikir kalau tempat hiburan itu areal kepolisian, bukan. Itu adalah arealnya Satpol PP," jelasnya.

Karenanya, bila memang terdapat keluhan, agar menyampaikan hal tersebut ke pihak Pemkot, baik itu wali kota maupun Satpol-PP. Dari situ, bilamana Pemkot memerlukan backup, tentunya pihaknya akan mengakomodir hal tersebut.

"Kalau saya disuruh nyambut izinnya ya bukan saya. Saya sudah ngomong sama Pak Wali, sama Satpol-PP, kalau mau penindakan saya dampingi," jelasnya.

Mengenai lokasi hiburan malam yang telah buka, pihaknya mengakui jika telah mengetahui hal tersebut. Namun dijelaskannya, jika ia tak mau overlapping dengan pihak pemerintah.

"Kalau saya ke sana, saya malah overlapping, salah lagi," pungkasnya.