Pencanangan zona integritas WBK, WBBM Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Kamis (17/9). (Foto: Humas Pemkot Malang).
Pencanangan zona integritas WBK, WBBM Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Kamis (17/9). (Foto: Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Kota Malang semakin gencar untuk mewujudkan pembangunan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di berbagai institusi. Seperti dengan melakukan Pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), dan Launching Inovasi Program Unggulan dari Kantor Kementerian Agama Kota Malang yang dilaksanakan di Aula MAN 2 Kota Malang, hari ini (Kamis, 17/9/2020).

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan langkah ini sebagai bentuk sistem birokrasi dari institusi dijalankan dengan maksimal. Sehingga pelayanan publik berjalan dengan tata kelola yang bersih bebas korupsi. "Goals-nya kan sebenarnya bagaimana birokrasi bersih melayani, ini kan baru yang di WBK," ujarnya.

Baca Juga : Wali Kota Malang Buat Edaran, Minta Warganya Amalkan Doa untuk Lenyapkan Covid-19

Dengan sistem birokrasi yang bersih, maka secara tidak langsung menurutnya masyarakat akan lebih percaya dengan institusi pelayanan di Kota Malang. Hal ini semakin mewujudkan pelayanan di institusi pemerintahan semakin kokoh.

Karenanya, program-program unggulan di setiap institusi harus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang mudah diakses oleh masyarakat dan transparan.

"Ketika Trust (kepercayaan) masyarakat terhadap institusi naik, maka legitimasi dari institusi mesti semakin kokoh. Maka seluruh program mesti dapat digunakan. Ketika antara kita dengan masyarakat sudah saling percaya maka kekokohan negara kita semakin kuat," tandasnya.

Baca Juga : Pemkot Malang Siapkan Insentif untuk Veteran

Sementara itu, DirekturJenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Ali Ramdhani menambahkan adanya inovasi dalam pelayanan institusi tersebut menjadi solusi baru terhadap persoalan-persoalan yang tengah dihadapi di dalam sebuah program yang dihadirkan kepada masyarakat. "Kehadiran teknologi, mengarahkan pada kemampuan manusia untuk selalu bergerak berpikir dan melakukan sesuatu," ungkapnya.