Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Musripan saat ditemui awak media di ruangan kerjanya (Foto: Dok. JatimTimes)
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Musripan saat ditemui awak media di ruangan kerjanya (Foto: Dok. JatimTimes)

MALANGTIMES - Di tengah kabar pandemi Covid-19 yang terus masif pemberitaannya, nampaknya harus tetap selalu memerhatikan situasi dan kondisi alam yang terkadang luput dalam pantauan warga masyarakat semua.

Salah satu pantauan yang luput dan terkadang warga masyarakat kurang merasakannya yakni gempa bumi kecil. Menurut catatan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Stasiun Geofisika Malang, sebanyak 82 kali gempa bumi terjadi di wilayah Jawa Timur.

Baca Juga : Bandel Tak Bermasker di Kota Malang, Mulai Besok Harus Bayar Denda Rp 100 Ribu

"Sepanjang Bulan Agustus 2020, telah terjadi 82 gempa bumi di Jawa Timur dan sekitarnya," ujar Musripan selaku Kepala Stasiun Geofisika Malang, Rabu (16/9/2020).

Menurut analisis dari BMKG Stasiun Geofisika Malang disampaikan Musripan bahwa dari 82 kali gempa bumi tersebut, sebagian besar terjadi lepas Pantai Selatan yang berada di wilayah Provinsi Jawa Timur.

"Diduga sebagai aktivitas zona subduksi akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia," ungkapnya.

Musripan pun menjelaskan detail mengenai 82 kali gempa bumi yang didominasi terjadi di wilayah Pantai Selatan. "Kejadian gempa bumi diantaranya terjadi 74 di laut dan 8 di darat yaitu di selatan Pulau Jawa," ujarnya.

Penyebab terjadinya di darat dikatakan Musripan bahwa disebabkan oleh aktivitas patahan lokal yang ditandai dengan kedalaman sumbernya yang tidak begitu dalam atau dangkal.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Musripan bahwa rata-rata dari 82 kali gempa bumi, semua magnitudonya di bawah 5 skala richter. Hanya sekali yang di atas 5 skala richter. "Hampir seluruhnya di bawah 5 skala richter, hanya sekali itu dengan kekuatan magnitudo 5,3 skala richter terjadi di 108 kilometer selatan Puger," sebutnya.

Untuk data sebaran gempa bumi lainnya yakni dengan magnitudo kurang dari 3 skala richter ada sebanyak 64 kejadian. Untuk gempa bumi dengan magnitudo diantara 3 skala richter hingga 4 skala richter sebanyak 6 kejadian dan gempa bumi dengan magnitudo lebih dari 4 skala richter sebanyak 6 kejadian.

"Dalam periode waktu tersebut terdapat 2  kejadian gempa bumi dirasakan," ujarnya.

Baca Juga : Sanksi Denda Belum Diterapkan, Pelanggar Tak Bermasker Semakin Tinggi

Jika dilihat dari frekuensi harian gempa bumi, gempa bumi terbanyak terjadi pada tanggal 15 Agustus 2020 yakni sebanyak 34 gempa bumi. Di mana salah satunya merupakan gempa bumi dengan magnitudo terbesar yakni 5,3 skala richter.

"Serta diikuti gempa bumi susulan sebanyak 33 kali tercatat dan pada tanggal 30 Agustus 2020 terjadi gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,7 skala richter," ungkapnya.

Sedangkan dari gempa bumi yang terjadi selama Bulan Agustus 2020 tersebut, kedalaman gempa bumi mayoritas masih di perairan dangkal. 
"Terdapat 76 kejadian gempa bumi dengan kedalaman dangkal yaitu kurang dari 60 km dan 8 kejadian dengan kedalaman menengah yaitu antara 60 km hingga 300 km," jelasnya.

Sementara itu, melihat masifnya pergerakan gempa bumi yang jumlahnya pada Bulan Agustus 2020 meningkat dari pada bulan-bulan sebelumnya, Musripan mengimbau untuk warga masyarakat khususnya yang berada di pinggir pantai agar selalu waspada.

"Himbauan masyarakat pinggir pantai harus selalu waspada karena potensi gempa bumi jelas sering terjadi," pungkasnya.