Tiga oknum yang mencatut nama Disporapar untuk memintai pelaku usaha souvenir (Ist)
Tiga oknum yang mencatut nama Disporapar untuk memintai pelaku usaha souvenir (Ist)

MALANGTIMES - Tiga orang oknum diduga pelaku penipuan yang mencatut nama Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, ternyata telah lebih dari 10 kali beraksi.

Tiga pelaku, yakni Randy Rasya Alinskie, Angga Pramista, dan Tina Purnamawati menyasar berbagai pelaku usaha, seperti travel, hotel, pusat oleh-oleh maupun pelaku usaha baju batik. "Pelaku ini mendatangi pelaku-pelaku usaha, seperti travel, hotel, pusat oleh-oleh, pemilik usaha make up maupun pelaku usaha batik, diduga setelah kami telusuri lebih dari 10 yang disasar," ungkap Kasi Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar, Agung Buana.

Baca Juga : Nama Disporapar Dicatut Oknum Penipu untuk Minta Souvenir ke Pelaku Usaha

Modus yang digunakan pelaku, mengaku jika Disporapar akan membuat sebuah event. Di situ mereka meminta souvenir atau hadiah. Sebab, event tersebut, sempat dikatakan oknum penipu yang mengatasnamakan dinas tersebut terdapat pemilihan duta wisata. "Nah itu akhirnya yang membuat kami keberatan atas penggunaan nama dinas dan sudah kami laporkan ke kepala dinas Disporapar," bebernya.

Sementara itu, salah satu korban yakni Aulia Rismawati (37) yang merupakan pelaku usaha batik, mengungkapkan kejadian oknum yang mengatasnamakan Disporapar mendatangi dirinya.

Saat itu, Senin (17/8/2020) tiga oknum tersebut mendatangi tempat Aulia. Saat datang ketiga oknum tersebut datang mengenakan atribut tim dari pesona Indonesia. Mereka datang dengan maksud untuk mengajak kerja sama dalam pembuatan sebuah majalah.

"Ke sini mau pinjam batik di tempat saya. Kayanya mau digunakan Putri Indonesia Jatim dan juga model yang nanti fotonya akan dimasukkan dalam majalah Pesona Indonesia," ungkapnya.

Namun saat itu, pihaknya tak langsung menyetujui permintaan dari oknum tersebut. Dan pada 25 Agustus 2020, mereka kembali datang sembari membawa proposal. Selain itu, salah satu oknum bernama Randy, saat itu juga mengaku dekat dengan pegawai Disporapar. Seperti Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni dan Kasie Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Malang, Agung H Buana.

Dari situ, ia kemudian tanpa ada kecurigaan terhadap oknum tersebut kemudian menyetujui permintaan untuk meminjam batik yang nantinya akan digunakan dalam event.

Baca Juga : Obat Batuk Hingga Obat Anti Mabuk, Sebabkan Belasan Pelajar di Malang Direhabilitasi BNN

Aulia kemudian meminjamkan tiga lembar kain batik dengan ukuran 2,25 x 1,15 meter. Tiap lembar batik tersebut, dijelaskan Aulia seharga Rp 300 ribu. Setelah itu, ketiga oknum tersebut kemudian berjanji akan segera mengembalikan batik tersebut pada kesekian harinya.

Namun setelah hari pengembalian tiba, justru batik yang dipinjam tidak dikembalikan. Dan baru pada Senin (7/9/2020), dua orang oknum bernama Angga dan Tina mendatangi tempat Aulia. Di situ justru keduanya kemudian menceritakan telah menjadi korban penipuan dari Rendy.

Dan pada Rabu (9/9/2020), Tina kembali datang mengembalikan tiga lembar kain batik kepada Aulia. Karena tiga kain batiknya dikembalikan, Aulia tidak melaporkannya kasus penipuan yang menimpanya ke pihak kepolisian. "Ya saya berharap pelaku pariwisata lainnya lebih berhati-hati lagi dan waspada terhadap modus-modus penipuan," pungkasnya.