Insentif Nakes di Kota Malang Tak Kunjung Cair, Apa Sebabnya?

Sep 11, 2020 14:28
Petugas Kesehatan dari Dinkes Kota Malang saat melakukan rapid test kepada seorang warga. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Petugas Kesehatan dari Dinkes Kota Malang saat melakukan rapid test kepada seorang warga. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Nasib kurang lebih 340 tenaga kesehatan (nakes) khususnya yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 16 Puskesmas di Kota Malang nampaknya masih harus bersabar menunggu insentif penanganan Covid-19.

Pasalnya, hingga kini besaran anggaran insentif senilai Rp 2,55 miliar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum disalurkan kepada para tenaga kesehatan di Kota Malang.

Baca Juga : Kasus Suspek di Kota Batu Meningkat Tajam di Angka 400

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto mengatakan, sumber dana insentif Nakes khusus penanganan Covid-19 bersumber dari Kemenkes. Prosesnya, secara detail dinaungi oleh instansi terkait yang dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

"Sumber dana di kementerian, proses-proses pencairannya, secara detail pesyaratannya sudah atau belum itu, sejauh apa itu Dinas Kesehatan," paparnya.

Lebih jauh, Plt Kepala Dinkes Kota Malang Sri Winarni menambahkan, salah satu kendala tersendatnya penyaluran insentif Nakes saat ini lantaran proses administrasi yang belum usai.

Ia merinci, setidaknya untuk Nakes dari RSUD Kota Malang sebanyak 153, sedangkan dari 16 Puskesmas ada 187. "Saat ini masih proses administrasi, semoga bisa secepatnya," terangnya.

Untuk diketahui, besaran jumlah dari insentif masing-masing Nakes tersebut dikatakannya sesuai dengan aturan yang ada di Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes). Yaitu, berdasarkan pada masing-masing penanganan kasus Covid-19 yang ditangani oleh petugas medis itu sendiri.

Baca Juga : Banyaknya Nakes yang Gugur akibat Covid-19, Epidemiolog Minta Jokowi Lakukan Ini

 

Paling tinggi senilai Rp 15 juta per bulan akan diberikan kepada dokter spesialis. Kemudian untuk tenaga medis seperti perawat dan bidan nilainya Rp 7,5 juta dan paramedis penunjang lainnya sekitar Rp 6,5 juta.

Pihaknya telah mengajukan nominal anggaran Nakes dalam penanganan Covid-19 kepada Kemenkes untuk bulan Maret, April, dan Mei 2020. "Itu untuk insentif di bulan Maret hingga Mei 2020. Masih kami proses," tandasnya.

Topik
Wawali Kota Malang340 nakes kota MalangDinas Kesehatan kota malanginsentif nakes belum cairberita malang hari ini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru