Bapaslon LaDub saat datang ke RSSA Kota Malang untuk melaksanakan tes psikologi dan wawancara, Rabu (9/9/2020).
Bapaslon LaDub saat datang ke RSSA Kota Malang untuk melaksanakan tes psikologi dan wawancara, Rabu (9/9/2020).

MALANGTIMES - Jadwal tahapan proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 saat ini memasuki serangkaian tes kesehatan jasmani dan rohani di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang sejak Selasa (8/9/2020) hingga dijadwalkan selesai pada hari Kamis (10/9/2020).

Untuk hari ini, Rabu (9/9/2020) merupakan jadwal tes psikologi yang diikuti oleh 13 Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati di 6 Pilkada yang ada di Jawa Timur yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi yang berjumlah 26 orang.

Baca Juga : 26 Bakal Pasangan Calon di Jawa Timur Jalani Tes Psikologi di RSSA

Salah satu Bapaslon yang mengikuti tahapan proses Pilkada Kabupaten Malang berupa tes psikologi dan tes wawancara yakni Bapaslon Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub). Didik yang selesai terlebih dahulu mengatakan, bahwa tes psikologi dan tes wawancara sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh dirinya.

"Semua diikuti seperti biasa. Tes psikologi, tes psikiater, yang jelas nggak ada persiapan, wajar-wajar saja. Saya juga pernah pada tahun 2017 yang lalu juga sama dengan ini," ungkapnya ketika ditemui awak media di RSSA, Kota Malang, Rabu (9/9/2020).

Pada tahun 2017 dikatakan Didik bahwa dirinya menjalani tes psikologi dan wawancara pada saat pendaftaran dirinya sebagai Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang.

Didik pun berharap agar segala proses tahapan Pilkada Kabupaten Malang berjalan dengan lancar, sukses dan selalu diberikan kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang telah mewabah di Indonesia khususnya Kabupaten Malang. 

"Sehingga semuanya bisa ikut konstelasi pilkada ini dengan sukses, dengan baik, aman," ucapnya.

Dirinya pun menuturkan, bahwa agar semua Bapaslon yang telah mengikuti serangkaian tes psikologi dan wawancara agar lolos. Supaya dapat melanjutkan proses tahapan selanjutnya dengan tenang. "Insya Allah semuanya lolos. Saya harap semuanya lolos. Nggak ada yang nggak lolos," ujarnya.

Sementara itu, Lathifah Shohib yang keluar ruangan setelah Didik mengatakan, bahwa tes psikologi dan wawancara yang telah dirinya lakukan berjalan lancar dengan mengerjakan ratusan soal yang telah diberikan oleh panitia.

Baca Juga : Adu Janji, Beda Strategi SanDi dan LaDub Dekati Masyarakat Kabupaten Malang

"Tes psikologi Alhamdulillah ada beberapa macam, tadi sudah ikuti bersama. Ada yang tes itu jumlah soalnya 570 lebih itu yang saya kerjakan kurang lebih dua jam," ungkapnya.

Lathifah pun menerangkan, bahwa soal-soal tes psikologi dan pertanyaan pada saat wawancara tidak terlalu sulit baginya, karena sudah mengenali bentuk soal semacam itu.

"Karena kita sudah mengenali bentuk soal itu. Waktu Pileg kemarin kita juga sudah melakukan psikotes. Kurang lebih sama, cuma yang sekarang ini lebih mendalam," jelasnya.

Saat sesi wawancara pun, Lathifah ditanyai seputar proses dan aktivitas dirinya sebelum mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Malang.

"Ya saya ceritakan mulai tahun 1984 saya guru konselor di SMA Wahid Hasyim Malang sampai tahun 2013. Saya diangkat ASN tahun 2007. Tahun 2013 saya pensiun dini karena saya mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR-RI. Itu pun permintaan partai untuk mencalonkan itu," jelasnya.