Bacabup Malang, Lathifah Shohib saat selesai menjalani tes psikologi dan wawancara di RSSA, Kota Malang, Rabu (9/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Bacabup Malang, Lathifah Shohib saat selesai menjalani tes psikologi dan wawancara di RSSA, Kota Malang, Rabu (9/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini sedang melanda Indonesia dan sekarang telah mewabah di Kabupaten Malang, membuat perubahan di seluruh aspek kehidupan, termasuk aspek politik.

Aspek politik dalam hal ini adalah momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020. Di mana dalam pilkada itu untuk sementara ini dua bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang dari jalur partai politik (parpol). Yakni, Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) yang diusung oleh enam parpol yakni PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP dan Partai Demokrat. Serta Bapaslon Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) yang hanya diusung dua parpol yakni PKB dan Partai Hanura.

Baca Juga : Adu Janji, Beda Strategi SanDi dan LaDub Dekati Masyarakat Kabupaten Malang

Untuk Bapaslon LaDub sendiri, meskipun hanya diusung oleh dua parpol, Didik menegaskan, target kemenangan 70 persen dalam kontestasi lima tahunan itu.

"Wah itu mudah-mudahan kita (Bapaslon LaDub) bisa sampai 70 persen suaranya," ujarnya ketika ditemui awak media seusai menjalani tes psikologi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Rabu (9/9/2020).

Didik pun mengatakan, bahwa dirinya bersama Lathifah Shohib yang diusung oleh dua parpol akan membagi peran antara PKB dan Partai Hanura bersama tim pemenangan di Malang Bangkit untuk berjalan bersama-sama.

"Ya untuk strategi ada yang ngurusi di bagian manajemen. Yang jelas kita akan berjalan bersama-sama untuk kemenengan LaDub," ungkapnya.

Sementara itu, Lathifah Shohib yang selesai tes psikologi dan tes wawancara setelah Didik menyelesaikannya menuturkan, bahwa Lathifah juga yakin untuk menang di Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Baca Juga : Imbas Putusan Bawaslu, KPU hanya Punya Waktu Seminggu untuk Verfak Ulang Bapaslon Perseorangan

"Insya Allah kita harus yakin menang. Saya tidak menarget presentase tapi target menang. Tapi kalau target saya pokoknya menang," tegasnya.

Dikatakan Lathifah, meskipun Bapaslon SanDi utamanya Sanusi sebagai rival di Pilkada Kabupaten Malang 2020, akan tetapi hubungan personal pun tetap baik. Karena sejak dulu pada saat masih dalam naungan partai yang sama yakni PKB, Lathifah dan Sanusi berhubungan baik.

"Ya baik. Saya sama Pak Sanusi kan teman satu partai (PKB, red). Dulu waktu Pak Sanusi maju sebagai wakil bupati yang ngawal rekomnya saya, ke DPW, ke DPP, yang ngawal saya," bebernya.