Pengamat mode asal Malang, Hermina Andreyani. (Foto: Hermina for MalangTIMES)
Pengamat mode asal Malang, Hermina Andreyani. (Foto: Hermina for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pandemi covid-19 yang turut menerpa Indonesia membuat masker menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Di luar rumah, dapat kita lihat hampir semua orang memakai masker.

Bukan hanya masker yang biasa kita temui di apotek, masker-masker yang dipakai masyarakat kini beragam jenisnya. Bahkan saat ini telah muncul masker-masker kain kreatif beragam desain. 

Baca Juga : Pembuat Meme Sanusi Heran Mengapa Kritik Menghibur Justru Dilaporkan ke Polisi

 

Mulai dari masker lukis, masker batik, masker bordir, masker print, masker model siger, dan masih banyak lagi. Di luar sana, juga bisa kita temui harga masker mulai dari Rp 10 ribu, Rp 50 ribu, Rp500 ribu bahkan hingga jutaan.

Pengamat mode asal Malang Hermina Andreyani menyampaikan, saat ini fungsi masker memang bukan hanya sebagai perlindungan, namun juga pelengkap fashion.

"Sekarang ini kebutuhan masyarakat akan masker tidak hanya sekadar perlindungan, namun juga sebagai pelengkap fashion," ujar desainer senior Indonesia itu kepada media ini.

Founder dan Director Quinna School of Fashion tersebut menambahkan, produk masker juga akan terus dibutuhkan lantaran kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini berakhir. Apabila berakhir pun, pakai masker akan menjadi kebiasaan baru.

"Pemakaian masker itu akan berdampak jangka panjang. Jadi nggak sekarang aja tapi nanti berapa tahun lagi masih akan dipakai," timpalnya.

Untuk itu, ke depan, masker-masker kreatif dan inovatif akan terus bermunculan. Terlebih lagi, seperti yang sudah dikatakan Hermina, kebutuhan masyarakat akan masker tidak hanya sekedar perlindungan, tetapi juga sebagai pelengkap fashion saat keluar rumah.

Peluang ini pun nampaknya ditangkap dengan baik oleh para insan kreatif di industri kreatif di Kota Malang yang juga terkena dampak luar biasa akibat covid-19. Meski sempat shock karena pandemi, para desainer tak henti berkreativitas untuk bertahan dengan membuat berbagai jenis masker tersebut.

Menimpali Hermina, pengamat mode Agus Sunandar menyatakan bahwa ke depan masker pasti menjadi item fashion penting, sama pentingnya seperti kita memakai celana atau rok.

"Brand-brand besar juga udah pada keluarin product masker yang premium semua," kata dosen tata busana Universitas Negeri Malang ini.

Baca Juga : Jadi Tersangka, Pembuat Meme Bupati Sanusi Kini Terancam Dibui

 

Saat ini, terdapat berbagai jenis masker yang dibutuhkan masyarakat. Mulai dari masker untuk aktivitas sehari-hari, masker untuk olahraga, masker untuk kerja ke kantor, dan masker untuk acara acara khusus (party, hajatan, dan lain-lain). Untuk itu, bisa dikatakan bahwa bisnis masker punya peluang yang sangat baik untuk para fashion designer.

"Jadi masker sebagai item utama fashion itu ke depan akan menjadi bentuk kenormalan yang baru," tandas desainer senior ini.

Homedress Turut Menjadi Tren

Tak hanya masker, saat ini baju ala-ala APD dan homedress juga sedang banyak diminati para penikmat mode. Homedress kini banyak diminati lantaran padatnya pertemuan-pertemuan daring.

"Jadi dalam event-event webinar, digital atau streaming fashion show malah memberikan peluang untuk membuat dress code yang unik dan lebih memacu kreativitas menggunakan face shield, masker. Nah, hal ini yang membuka peluang para fashion designer menciptakan masker yang out of the box, anti mainstream, high fashion yang lebih mempertimbangkan estetika ketimbang fungsi," papar Hermina.

Ya, homedress saat ini sedang laris manis di berbagai e-commerce dengan kisaran harga Rp 200-300 ribu. Menariknya, diungkapkan Hermina, APD stylish dengan harga Rp 700 ribu juga turut diburu para fashionista.