Frontman d'Kross-Aremania, Ade Herawanto saat memberikan sambutan (istimewa)
Frontman d'Kross-Aremania, Ade Herawanto saat memberikan sambutan (istimewa)

MALANGTIMES - Rangkaian bakti sosial HUT ke-33 Arema yang digelar d'Kross-Aremania berakhir Minggu (30/8).

Usai menyambangi warga di wilayah Tajinan, Dampit hingga Tirtoyudo sejak awal Agustus lalu, giat pemeriksaan gratis dan pembagian paket sembako dan alat pelindung diri oleh Aremania Medis tersebut finish di Muharto Gang 7, Kota Malang.

Warga antusias mengikuti baksos yang dihelat di Balai RT 10 RW 07 Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang.

"Melalui baksos ini, kita semua bisa semakin dekat dengan seluruh lapisan masyarakat. Utamanya bisa mendengar langsung keluhan dari kalangan masyarakat yang membutuhkan, khususnya tentang masalah kesehatan," ungkap koordinator Aremania Medis, Dr H Nur Fauzi, MPd kepada Fakta Malang.

Tak hanya pemeriksaan kesehatan gratis, dalam penutupan baksos kali ini juga dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan paket sembako kepada kaum dhuafa di wilayah Muharto dan sekitarnya.

"Semoga ke depan kita bisa menggelar kegiatan seperti ini lagi dan jangkauannya lebih merata se-Malang Raya," tutur dokter Fauzi, sapaan akrab pria yang juga jago pencak silat ini.

Sementara itu, donasi yang terkumpul  melalui panitia baksos dan konser virtual HUT ke-33 Aremania semuanya telah terdistribusi ke panti asuhan, pondok anak yatim-piatu dan disalurkan kepada kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan melalui rangkaian bakti sosial. Seperti misalnya ke Panti Asuhan Asy-Syarif, Plalar, Pakis hingga bantuan handphone dalam baksos yang digelar di ulang tahun SMAN 3 Malang.

"Dari kegiatan ini, kami berharap bisa menginisiasi dan menginspirasi berbagai komunitas lain di Bhumi Arema maupun suporter-suporter lain se-Indonesia," imbuh frontman d'Kross-Aremania, Sam Ade Herawanto.

Menurut pria yang juga dikenal sebagai musisi ini, paling tidak dari kegiatan ini bisa mensupport dan mendampingi masyarakat yang sedang kesusahan.

"Meski hanya sekadarnya, namun sangat besar artinya bagi nilai-nilai gotong royong dan semangat satu jiwa melawan pandemic covid-19 ini. Tentu saja dengan background serta kemampuan dan keahlian masing-masing komunitas serta elemen masyarakat yang terlibat," sambung Sam Ade d'Kross, sapaan akrabnya.

Dia mencontohkan, misalnya dari komunitas seniman atau budayawan bisa berkontribusi dengan mengampanyekan sub kultur baru yaitu membudayakan habitual action standart protokol kesehatan.

"Kemana-mana jika bepergian selalu bermasker, menjaga jarak, rajin cuci tangan dan selalu menjaga kesehatan. Tentu saja dengan kreasi dan produk-produk seni budaya," timpal penghobby olahraga ekstrem ini.

Karena itulah, Sam Ade mengajak rekan-rekan dari berbagai kalangan lain, termasuk unsur pemerintah daerah serta jajaran TNI dan Polri untuk terus bersinergi dan menggelar kegiatan serupa. 

Harapannya, agar sama-sama belajar dan bisa menjadi contoh positif.

"Sebenarnya kami juga ingin konsisten dan menjaga reputasi  Aremania yang selama ini identik sebagai suporter teladan yang penuh dengan berbagai kreasi, inovasi dan contoh bagi suporter lain se-Tanah Air," tandas Sam Ade yang aktif turun lapangan sejak awal hingga akhir rangkaian baksos sebulan terakhir.