Dana Hibah Belum Turun, KONI Kabupaten Malang Miliki Target Prestasi Atlet 3 Besar di Jatim

Aug 29, 2020 21:15
Ketua KONI Kabupaten Malang, Rosyidin saat ditemui awak media beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. JatimTimes)
Ketua KONI Kabupaten Malang, Rosyidin saat ditemui awak media beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. JatimTimes)

MALANGTIMES - Tahun 2020 merupakan tahun sulit bagi KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Malang. Hal itu disebabkan karena di tengah proses latihan para atlet di setiap cabor (cabang olahraga) yang bersamaan dengan adanya pandemi Covid-19 serta pengalihan pendanaan, membuat KONI Kabupaten Malang harus lebih ekstra berusaha, agar semangat para atlet di setiap cabor tidak surut. 

Ketua KONI Kabupaten Malang, Rosyidin mengatakan, bahwa hingga sampai saat ini dana hibah untuk kegiatan operasional KONI Kabupaten Malang yang diperuntukkan bagi para atlet dan cabor masih belum turun. 

Baca Juga : Anggaran Turun, KONI Kota Malang Fokus Rekrut Atlet untuk Puslatcab

"Belum turun, masih di Dispora (Dinas Pemuda dsn Olahraga, red)," katanya ketika dikonfirmasi MalangTimes saat berada di Lawang tempat berlatih Cabor Kempo, Sabtu (29/8/2020). 

Rosyidin pun mengungkapkan, bahwa dirinya telah mengajukan untuk pendanaan KONI Kabupaten Malang yang sedang di godok dalam pembahasan PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) untuk pengesaham APBD-P (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan) Kabupaten Malang. 

"Untuk (pengajuan) di PAK itu Rp 10 miliar yang nanti digunakan untuk menambah sarpras (sarana prasarana, red) dari cabor-cabor untuk menopang di tahun 2021-2022 Porprov (Pekan Olahraga Provinsi, red)," ungkapnya. 

Dirinya juga mengatakan, bahwa meskipun dengan pendanaan terbatas, pihaknya saat ini sedang fokus dalam pelatihan di setiap cabor agar lebih matang dalam mengikuti kompetisi terdekat, yakni Porprov Jawa Timur. 

"Untuk saat ini masih pembenahan di cabor-cabor supaya berjalan. Ini saya di Lawang untuk kempo. Tadi di tenis meja, dan bulutangkis. Kita selalu siap untuk persiapan di tahun 2021-2022 di Porprov," terangnya. 

Lebih jauh Rosyidin menuturkan bahwa pelatihan di setiap cabor tersebut terus dilakukan di hampir seluruh cabor. Hal itu merupakan tekad dari Rosyidin selaku pimpinan KONI Kabupaten Malang yang baru saja dilantik untuk memberikan prestasi terhadap dunia olahraga di Kabupaten Malang. 

"Ini hampir seluruh. Ini besok saya kunjungan ke cabor panahan, catur. Kemudian selam, saya terus berjalan ini, seluruhnya 49 (cabor)," tuturnya. 

Sementara itu, terkait pengajuan pendanaan KONI Kabupaten Malang yang saat ini sedang digodok dalam PAK berjumlah Rp 10 miliar tersebut nantinya diharapkan agar cair keseluruhan.

"Ya mudah-mudahan cair keseluruhan. Kalau tidak, ya paling tidak 7 atau 6 miliar. Supaya bisa menopang sarpras dari cabor. Kita juga butuh untuk memberikan vitamin kepada atlet-atlet yang ada," ungkapnya. 

Baca Juga : Esports Resmi Olahraga Prestasi, KONI Kota Malang Tunggu Jatim

Selain mengandalkan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang disalurkan melalui Dispora Kabupaten Malang, Rosyidin juga berupaya untuk mengajukan CSR (Corporate Social Responsibility) di beberapa perusahaan. 

"Ya ini rencana saya di Gudang Baru, ini teman saya sendiri. Kemudian dari teman-teman yang lain. Masih menata menjalin komunikasi terus. Sehingga nanti bisa menambah dana dari KONI untuk menopang atlet-atlet atau cabor yang sarprasnya kurang memadai," ungkapnya. 

Karena disampaikan oleh Rosyidin, atlet dari seluruh cabor yang dalam naungan KONI Kabupaten Malang diperkirakan berjumlah 500 atlet yang akan berjuang mengharumkan nama Kabupaten Malang. 

"Ini Insya Allah ditambah yang baru di seleksi, ketemu 500, masih belum keseluruhan. Persiapan di Porprov itu nanti. Makanya nanti kita berusaha dengan adanya bantuan biar dari cabor-cabor semangat untuk memacu prestasi para atlet," jelasnya. 

Rosyidin mengatakan, bahwa target dari KONI Kabupaten Malang hingga sampai saat ini adalah mengejar peringkat tiga besar di Porprov Jawa Timur. Hal ini juga jadi target yang diminta Bupati Malang Sanusi, yaitu tiga besar kemudian dapat menjadi juara umum.

"Nanti bisa melaksanakan di Kabupaten Malang untuk tuan rumah Porprov. Yang jelas dana hibah harus kembali ke KONI," tegasnya.

Topik
KONI Kabupaten MalangDana Hibah KONIdana hibah belum cair

Berita Lainnya

Berita

Terbaru