Anggaran Turun, KONI Kota Malang Fokus Rekrut Atlet untuk Puslatcab

Aug 29, 2020 13:40
Ketua Umum KONI Kota Malang Eddy Wahyono (Hendra Saputra)
Ketua Umum KONI Kota Malang Eddy Wahyono (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Anggaran hibah dari Pemkot Malang sudah turun. Dan, kini Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang akan fokus pada perekrutan atlet untuk persiapan pemusatan latihan cabang (puslatcab) menyongsong ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) 2022 mendatang.

Sebelumnya, kegiatan cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Kota Malang pada tahun 2020 ini terhenti. Bukan hanya karena adanya wabah covid-19, tetapi juga karena anggaran hibah yang tak kunjung turun.

Baca Juga : Charis Yulianto Ingin Kembalikan Karakter Arema yang Keras dan Lugas

 "Mungkin sebelumnya butuh proses karena ada salah verifikasi dari Dispora. Ada sedikit mis di situ sehingga mundur. Juga ada covid-19  yang istilahnya membuat tugas pemerintahan banyak fokusnya. Jadi, sempat tertunda," ujar Ketua Umum KONI Kota Malang Eddy Wahyono.

Meski begitu, Eddy berharap turunnya anggaran yang mundur hampir tiga sampai empat bulan itu tidak terulang pada tahun-tahun berikutnya. Apalagi  nanti, tahun 2021 adalah persiapan intensif  atlet untuk turun di Porprov VII Jatim 2022. "Harapannya jangan sampai terulang lah tahun-tahun berikutnya, karena ini kan ditunggu orang banyak," ucapnya.

Tahun ini anggaran hibah yang turun sejumlah Rp 10 miliar. Sebelumnya, KONI Kota Malang mengajukan anggaran Rp 19 miliar. 

Angka yang turun cukup jauh dari pengajuan itu pun  dianggap wajar. Sebab,  dalam kondisi wabah covid-19, tentunya ada refocusing anggaran yang digunakan dalam penanganan dampak wabah yang bermula dari Wuhan, China, tersebut.

Eddy akan meminta kepada setiap cabor untuk melakukan review pengajuan anggaran. Itu karena dalam tempo waktu empat bulan pada  2020 ini, ada kegiatan yang menjadi prioritas.

Baca Juga : Esports Resmi Olahraga Prestasi, KONI Kota Malang Tunggu Jatim

"Cabor saya minta untuk me-review kembali usulannya. Yang dianggap tidak perlu ya harus tidak dilakukan. Dan saya juga akan memberikan skala prioritas. Artinya ya akan diberikan kepada cabor-cabor yang benar-benar melakukan pembinaan," ungkapnya.

Selain meminta cabor me-review kembali usulan anggarannya, Eddy berharap nantinya anggaran tersebut digunakan sebaik-baiknya meski tidak semua kegiatan  bisa dilakukan. "Kami akan verifikasi lagi pengajuan mereka karena kami kan juga akan menggunakan auditor eksternal yang mengaudit cabor juga. Jadi, tidak bisa cabor seenaknya sendiri menggunakan uang dan pertanggungjawaban seenaknya sendiri. Jadi, semua harus benar-benar bertanggung jawab," imbuhnya.

Topik
Berita Malang KONI KOTA MALANG Puslatcab Porprov Porprov jatim Eddy Wahyono

Berita Lainnya

Berita

Terbaru