Meterai Rp 3.000 dan Rp 6.000 Akan Dihapus, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Aug 24, 2020 15:21
Meterai Rp 3000 dan Rp 6000 (Foto: hukum)
Meterai Rp 3000 dan Rp 6000 (Foto: hukum)

MALANGTIMES - Meterai Rp 3.000 dan Rp 6.000 dikabarkan akan dihapus.  Kabarnya pemerintah akan menaikkan tarif bea meterai menjadi Rp 10.000.  

Terkait rencana ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan penjelasan.  Sri Mulayni mengatakan bea meterai perlu direvisi lantaran terlalu lama dari Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 1985 tentang bea meterai. UU tersebut dinilai sudah tak sesuai dengan kondisi saat ini.  

Baca Juga : Menkeu Ajak Masyarakat Bangkit lewat Momen Kemerdekaan ke-75 RI

Penjelasan tersebut disampaikan Sri Mulyani saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (24/8/2020).  "Kebijakan itu mulai berlaku 1 Januari 1986. Sudah 34 tahun belum pernah mengalami perubahan," ujar Sri Mulyani. 

Sementara, lanjut Sri Mulyani, kondisi dan situasi dalam masyarakat dan perekonomian telah mengalami perubahan signifikan dalam tiga tahun terakhir ini.  Terutama dalam bidang ekonomi, hukum, sosial dan adanya teknologi informasi dan digital.

Selain itu, kenaikan tarif bea meterai ini bisa menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap kegiatan usaha mikro kecil dan menengah. Diharapkan juga bisa meningkatkan pendapatan negara di tengah pandemi covid-19 saat ini.  

"Dibandingkan 2019 penerimaan bea meterai dari RUU bea meterai ada pada kisaran Rp 11,3 triliun atau meningkat Rp 5,7 triliun," paparnya.

Baca Juga : Ingin Miliki Uang Pecahan Rp 75 Ribu Edisi Khusus Kemerdekaan? Simak Caranya

Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan adanya enam klaster dalam RUU bea meterai. Yakni klaster objek dan non-objek, klaster tarif, klaster saat berutang, klaster subjek dan pemungut bea cukai, klaster pembayaran dan klaster fasilitas.  

 

Topik
Berita Hari IniKomisi XI DPR RISri MulyaniRUU

Berita Lainnya

Berita

Terbaru