Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang George da Silva saat ditemui awak media, Jumat (21/8/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang George da Silva saat ditemui awak media, Jumat (21/8/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Akhir permasalahan antara koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Malang George da Silva dengan tim Malang Jejeg masih belum diketahui. Aduan tiim Malang Jejeg yang dilayangkan terhadap George belum dicabut. 

Malang Jejeg yang menjadi tim pengusung bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati Malang dari jalur perseorangan, Heri Cahyono-Gunadi Handoko, yang akhirnya dinyatakan tidak lolos oleh KPU Kabupaten Malang. Tim tersebut mengadukan George ke dua instansi sekaligus, yakni Polres Malang dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) RI. 

Baca Juga : Malang Jejeg Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat, Sebut KPU Lakukan Maladministrasi

Aduan itu berdasarkan pemberitaan di salah satu media online dengan judul berita "16 Ribu KTP Dukungan Calon Bupati Malang Jalur Independen Diduga Palsu" yang tayang pada Kamis (23/7/2020). Narasumber berita itu adalah George da Silva sebagai koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang. 

Pernyataan George itu sangat disesalkan tim Malang Jejeg karena membuat persepsi negatif di mata publik kepada napaslon Heri Cahyono-Gunadi Handoko.  Hal itulah yang mendasari tim Malang Jejeg untuk mengadukan George ke Polres Malang dan DKPP RI atas dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. 

Menanggapi hal tersebut, George saat dikonfirmasi awak media di sela-sela agenda rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual bapaslon perseorangan di ruang rapat DPRD Kabupaten Malang seakan terus menghindar. Dia tidak memberikan tanggapan yang jelas dan lebih detail. 

"No comment, no comment," ucapnya sembari mengangkat tangan menghindar pertanyaan para awak media, Jumat (21/8/2020) malam. 

Para awak media pun masih tetap mengonfirmasi secara langsung agar pemberitaan dapat berimbang (cover both side). Tetapi George tetap tidak memberikan tanggapan. 

"Sebentar, rapat ini, no comment dulu. Kesepakatan kita no comment," ucapnya tanpa memberikan kejelasan meskipun rapat pleno terbuka masih memasuki waktu break. 

Baca Juga : Malang Jejeg Klaim Hanya 51 Persen Berkas Dukungan yang Dilakukan Verfak oleh KPU

Sementara itu, setelah pembacaan orasi dari Heri Cahyono, George pun juga turut keluar ruangan dan menunggu di meja tamu undangan dengan berdiri di kegelapan. 

Setelah Heri Cahyono keluar, George pun langsung bersalaman dan memeluk Heri Cahyono sambil meneteskan air mata sambil mengucap mohon maaf. Setelah itu, Heri turun ke lantai dasar DPRD Kabupaten Malang.  Sedangkan George duduk di luar ruang rapat DPRD  sambil mengisap sebatang rokok dengan raut wajah yang masih sembab. 

Ketika dikonfirmasi para awak media, George kembali mengucapkan kata-kata yang sama. Dia seakan tidak ada keinginan untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan atas aduan yang dilakukan Malang Jejeg. 

"No comment, no comment. Silakan terjemahkan sendiri. Saya tidak bisa mengucapkan dengan kata-kata," ujarnya.