Jasa Cuci Pusaka di Jombang ini Raup Omzet Rp 2,5 Juta Sehari di Bulan Suro

Aug 22, 2020 09:52
Sudahri (51), saat mencuci keris pelanggannya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Sudahri (51), saat mencuci keris pelanggannya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

MALANGTIMES - Jasa pencucian pusaka di Jombang kebanjiran order sepanjang bulan Suro saat ini. Dalam sehari saja, jasa mencuci pusaka (bahasa Jawa; warangi) bisa mengerjakan 50 pusaka.

Jasa warangi pusaka ini berada di sebuah lapak barang antik di Pasar Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Lapak barang antik milik Sudahri (51) ini, merupakan satu-satunya jasa mencuci pusaka yang masih eksis di kota santri.

Baca Juga : Meninggal Usai Sebulan Dirawat, Keluarga Minta Pelayat Tak Hadiri Pemakaman Glenn Fredly

Suami dari Sujini (49) itu, setiap harinya melayani jasa cuci pusaka di lapak yang sudah dikelolanya puluhan tahun. Di lapak milik Sudahri ini, terlihat ratusan pusaka berbagai jenis berjajar rapi. Mulai dari keris hingga tombak.

Rupanya, berbagai macam pusaka itu merupakan titipan orang yang sengaja untuk dicucikan ke empunya keris Pasar Mojotrisno tersebut. Sudahri mengaku, di bulan suro ini permintaan mencuci pusaka melonjak tajam. 

Sehari saja, ia mampu menerima orderan hingga 50 buah pusaka. Padahal, di hari-hari biasanya, permintaan yang datang hanya 10 buah pusaka saja.

Pelanggan Sudahri datang dari berbagai daerah. Mulai dari Jombang, Mojokerto hingga Surabaya. Hari ini saja, ia kedatangan kiriman 52 pusaka untuk ia cuci.

"Alhamdulillah bulan suro ini semakin banyak yang pusakanya minta dicucikan. Kalau hari bisa hanya 10 pusaka, Suro ini dalam sehari saja ada hingga 50 buah pusaka saya menerima permintaan," ujarnya saat ditemui di lapaknya, Sabtu (22/8).

Proses pencucian pusaka Sudahri ini terbilang cukup detil. Untuk proses warangi keris, Sudahri menjelaskan, bahwa keris terlebih dahulu dibersihkan dengan air bersih. Kemudian, keris digosok dengan larutan dari sari jeruk nipis dengan dicampur sabun colek.

Selanjutnya, setelah melalui proses pembersihan keris dengan cara digosok dengan larutan sari jeruk nipis. Kemudian, keris direndam dengan air kelapa dan setelah itu, kembali dibersihkan dengan air bersih. Setelah itu, lanjut Sudahri, keris baru dijemur untuk dikeringkan.

Baca Juga : 6 Perintis Industri Musik di Indonesia, Mengudara Pasca Merdeka

Setelah melalui proses pengeringan dengan cara dijemur, Sudahri menandaskan, baru pada tahap akhir, keris akan diwarangi atau direndam dalam konsentrat cairan khusus yang sudah diracik dari jaman nenek moyang Sudahri. 

"Tujuannya agar pamor (gambar) dan slorok (warna meteor) yang terdapat pada bilah pusaka muncul kontras dengan warna bilahnya. Dan juga agar tidak gampang karatan," ungkap Sudahri.

Jasa pencucian pusaka milik Sudahri ini, terbilang cukup murah dan tidak sampai menjebol isi kantong. Harga yang dipatok Sudahri untuk satu pusaka kisaran Rp 50-150 ribu, bergantung ukuran pusaka. Bila dihitung rata-rata ongkos satu keris Rp 50 ribu, maka sehari saja Sudahri mengantongi Rp 2,5 juta.

"Tarifnya macam-macam. Dari Rp 50 hingga Rp 150 ribu, tergantung ukuran. Ini saja baru datang 52 buah pusaka yang harus segera dicuci," tandasnya.(*)

Topik
Berita Hari IniKolektor Mandikan Pusakabulan suroPusaka

Berita Lainnya

Berita

Terbaru