Para pemain Persik saat menjalani sesi latihan di stadion Brawijaya.(istimrwa)
Para pemain Persik saat menjalani sesi latihan di stadion Brawijaya.(istimrwa)

MALANGTIMES - Tak lama setelah latihan perdana dilakukan, jajaran pelatih Persik Kediri langsung menggelar parameter tes terhadap pemain.

Parameter tes ini dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik dari penggawa skuat Macan Putih, pasca diliburkan hampir kurang lebih empat bulan yang dikarenakan pandemi Covid-19 melanda tanah air.

Baca Juga : Kapten Kesebelasan Persik Kediri Ingin Bawa Timnya Finish di Papan Atas Liga 1

Hasil tes yang telah dilakukan cukup mengejutkan, keseluruhan kondisi fisik pemain Persik Kediri dinyatakan tak memenuhi standar.

Dari bentuk tes yang dilakukan yakni menggunakan metode Multistage Fitness Test (MFT) atau tes lari multitahap. Hasilnya kondisi fisik pemain Persik Kediri rata-rata berada di angka 50.00. Padahal, standarisasi kondisi fisik yang harus dimiliki oleh pemain sepakbola harus berada di angka 65.00.

"Dari parameter tes yang dilakukan hasilnya masih kurang maksimal ya, yakni mencapai 50.00 atau masih di bawah standar," kata Dimas Agung Prasetyawan selaku pelatih fisik Persik Kediri.

Meski demikian, Dimas Agung menilai hal ini dinilai cukup wajar. Karena sejatinya pemain pasca diliburkan selama empat bulan lamanya tersebut, secara otomatis sangat mempengaruhi kondisi fisik setiap pemain. Bahkan ia menyebut, jika kondisi seperti ini juga dialami oleh semua tim.

"Wajarlah, libur empat bulan. Sebab, selama libur, pemain tidak rutin berlatih seperti saat kompetisi berjalan," ungkapnya.

Lebih lanjut, pelatih dengan gelar pendidikan magister yang ia raih di negara Australia tersebut yakin, jika dalam kurun waktu 6 minggu, kondisi fisik para punggawa Persik Kediri kembali normal dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Baca Juga : Kehilangan Potensi Pendapatan Rp 15 Miliar, PSS Sleman Tetap Optimis Finish di Lima Besar

"Dalam kurun waktu 6 minggu ini, selain fundamental teknik maupun strategi permainan. Para pemain juga akan difokuskan pada program penggenjotan fisik,"kata dia.

"Kita akan naikkan perlahan tidak langsung frontal. Karena hal itu justru akan menyebabkan pemain mengalami cedera. Jadi step by step.  Saya yakin, di enam minggu ke depan kondisi fisik pemain akan mulai membaik," bebernya.

Ditambahkan oleh Dimas, meski secara angka dari keseluruhan pemain belum ada yang dikatakan memenuhi standar. Namun ada satu pemain yang setidaknya hampir mendekati dalam kategori standar yakni Bayu Otto dengan perolehan angka 60.00.

Diketahui, kondisi fisik merupakan salah satu fundamental utama selain dari segi teknik yang harus dimiliki bagi setiap pemain sepakbola untuk menunjang aktivitas di dalam lapangan. Intensitas yang tinggi, serta lamanya durasi permainan, membuat pemain harus dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang bagus untuk menghindari kelelahan di tengah pertandingan berlangsung.