Staf khusus Kemenkum HAM  saat memantau lokais penitipan barang di Lapas Kelas 1 Malang, Selasa malam. (Ist)
Staf khusus Kemenkum HAM saat memantau lokais penitipan barang di Lapas Kelas 1 Malang, Selasa malam. (Ist)

MALANGTIMES - Pencatutan nama menteri luar negeri oleh napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kuningan untuk melakukan penipuan beberapa waktu lalu berbuntut dirazianya lapas itu. Razia dilakukan tim yang melibatkan anggota satuan tugas keamanan dan ketertiban dari masing-masing Unit Pelaksana Tugas (UPT) Lapas Se-Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan), (11/8/2020).

Sedangkan  Lapas Kelas 1 Malang mendapat kunjungan staf khusus menteri hukum dan HAM, Fajar B.S. Lase, Selasa malam, (11/8/2020). Namun ditemui terkait kedatangannya, Fajar menegaskan jika kedatangannya bukan karena adanya hal lain, melainkan amanat dari menteri hukum dan HAM yang juga meneruskan amanat presiden untuk monitoring dan evaluasi (monev) kesiapan Lapas Kelas 1 Malang dalam komitmen menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Baca Juga : Ratusan Pekerja Hiburan Malam Demo Risma: "Kami Pekerja Bukan Pelacur"

"Sebenarnya tidak ada jadwal atau kunjungan sampai malam. Kami di sini memastikan sejauh mana kesiapan UPT yang ada di Jatim. Salah satunya Lapas Kelas 1 Malang dalam komitmen mewujudkan UPT yang berikrar untuk bebas dari korupsi. Kemenkum HAM ini kan bagian juga dari pelayanan di negara," ungkapnya, Selasa malam (11/8/2020).

Di Lapas Kelas 1 Malang, Fajat mengecek sejumlah fasilitas. Mulai pintu masuk, penitipan barang, ruang besuk menyambut new normal, dan juga fasilitas pelayanan publik lain di lapas. Lantaran masih dalam suasana HUT Arema, kunjungan sendiri dilakukan staf khusus menkum  HAM dengan memakai atribut Arema, yakni syal.

"Setelah  lihat tadi ada kejelasan prosedur di sana, ada alur yang jelas bagaimana pelayanannya, inovasi-inovasi pelayanan yang meminimalisasi pertemuan antara pengunjung dan petugas. Tentunya ini bagian komitmen petugas yang memastikan tidak ada yang memungut uang," ucap Fajar.

Mengenai evaluasi atau perbaikan di Lapas Kelas 1 Malang, Fajar  menjelaskan hal itu berprinsip pada tidak mudah puas diri. Artinya, upaya-upaya peningkatan akan terus dilakukan kendati saat ini sudah dalam kondisi yang bagus.

"Meskipun sudah bagus, kalau kita diskusi, harus ditingkatkan lagi. Komitmen kita sudah dimulai dari 6 Januari 2019. Menkum HAM mendeklarasikan zona integritas. Seluruh kakanwil dipanggil menandatangani pakta integritas dan diteruskan ke jajaran UPT," ungkapnya.

Baca Juga : Penampilan Rambut Pasha Ungu Kembali jadi Kontroversi, Kemendagri Buka Suara!

Sementara itu, Kalapas Kelas 1 Malang Anak Agung Gede Krisna.menambahkan,  kedatangan tim penguatan pembangunan zona integritas WBBM dari staf khusus Kemenkum HAM untuk meninjau seluruh fasilitas dan unit yang ada di lapas. Semua fasilitas masuk dalam tools pembangunan dari zona integritas menuju WBBM.

"Sejumlah fasilitas dicek, seperti pelayanan kunjungan, penitipan barang, museum, pos terpadu P4GN, dan seluruh layanan publik yang menjadikan tools pembangunan zona WBBM. Lapas Kelas 1 Malang dengan berbagai macam inovasi telah berusaha maksimal untuk meningkatkan pelayanan di Lapas," ucap Krisna.