Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni saat hadir dalam agenda agenda pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni saat hadir dalam agenda agenda pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Transisi menuju new normal atau adaptasi kebiasaan baru menjadi salah satu pijakan bagi sektor wisata untuk bergerak. Secara perlahan, tren wisata di Kota Malang mulai menunjukkan tren positif.

Sederet upaya pun terus digerakkan untuk penguatan destinasi. Terutama pada kesiapan masing-masing destinasi wisata di Kota Pendidikan ini untuk menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, semua destinasi terus didorong untuk bisa menerapkan protokol yang ditetapkan.

Baca Juga : Pandemi, Pemkot Malang Minta Sektor Pariwisata Terapkan Pembayaran Non Tunai

 

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, ada beberapa strategi percepatan yang dilakukan untuk penguatan destinasi. Di antaranya dengan melakukan safari promosi wisata.

Safari akan dilakukan dengan mendatangi masing-masing destinasi wisata. Salah satunya untuk menguatkan kesiapan bagi kelompok sadar wisata (pokdarwis) di masa pandemi ini. Melalui diskusi ringan, diharapkan pada pelaku industri wisata semakin tergerak untuk menyesuaikan dengan kebiasaan baru.

"Termasuk Agustus ini kami sudah mulai melakukan rebranding terhadap beberapa event pariwisata. Tentu masih menggunakan protokol kesehatan," tegas perempuan yang akrab disapa Dayu itu dalam agenda pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata, Selasa (11/8/2020).

Bukan hanya itu, Dayu juga menjelaskan jika strategi percepatan yang dilakukan diantaranya adalah melakukan verifikasi terhadap destinasi wisata yang siap dikunjungi. Termasuk hotel dan restoran yang sudah siap dengan protokol kesehatan. Sehingga aman dan nyaman dikunjungi wisatawan.

"Kami verifikasi semua tempat, mulai hotel dan destinasi wisata. Sudah diberikan stiker ke mereka. Kami verifikasi agar mereka bisa lakukan kegiatan," jelasnya.

Dia juga mengingatkan agar para pelaku usaha menyiapkan semua kebutuhan. Mulai dari disinfektan yang harus disemprotkan secara berkala, hingga penyediaan tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu.

Baca Juga : Mulai September, Bansos untuk Pekerja yang Gajinya di Bawah 5 Juta Disalurkan Tiap 2 Bulan

 

Di sisi lain, Dayu juga menyarankan agar para pelaku industri wisata menyiapkan hal baru bagi para wisatawan. Termasuk juga beberapa hal yang bisa dibeli atau dikerjakan para wisatawan di setiap destinasi wisata. Karena itu akan menambah keinginan wisatawan untuk berkunjung.

Lebih jauh perempuan berambut panjang itu menyampaikan, semua sektor memang mengalami keterpurukan lantaran pandemi Covid-19. Pertama terjadi penurunan transaksi perdagangan sampai 50 persen. Selain itu, hampir lima ribu pekerja di Kota Malang dirumahkan, bahkan beberapa telah dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Termasuk pertumbuhan ekonomi juga mengalami penurunan," pungkas Dayu.