Ilustrasi. (Foto: Dokter Sehat).
Ilustrasi. (Foto: Dokter Sehat).

MALANGTIMES - Malang Raya tengah memasuki musim dingin di awal kemarau. Kota Malang salah satu yang juga merasakan fenomena yang biasa disebut juga dengan 'bediding' oleh warga setempat.

Dinginnya cuaca saat ini kiranya harus menjadi perhatian masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menilai musim dingin juga bisa membuat daya tahan tubuh seseorang menurun. Jika hal itu tak diperhatikan, berisiko memicu penyakit di dalam tubuh.

Baca Juga : Waspada! Kemasan Makanan Cepat Saji Ditemukan Bisa Picu Penyakit, Berikut Penjelasannya

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan fenomena 'bediding' yang terjadi saat ini karena posisi sinar matahari yang jauh, sehingga di Kota Malang suhu dingin bisa mencapai angka 15-19 derajat celcius.

Hal tersebut akan memicu penyakit pada orang-orang yang rentan. Seperti seorang lanjut usia (Lansia) pun juga pada bayi.

"Suhu dingin akan berpengaruh kepada yang rentan, orang tua di atas usia 55 tahun (Lansia) ataupun pada bayi," ujarnya.

Kerentanan itu kata Husnul salah satunya juga akan menghampiri pada orang-orang dengan riwayat komorbid atau penyakit penyerta. Seperti, diabetes melitus, hipertensi, jantung, paru-paru dan yang lainnya.

"Juga yang mempunyai komorbid. Rentannya apa, karena akan terjadi penguatan tapi kita tidak merasa haus. Sehingga terjadi dehidrasi," imbuhnya.

Terlebih, Husnul menyebut saat ini masyarakat dunia tengah menghadapi pandemi Covid-19. Di sinilah yang akan lebih mudah memicu kerentanan datangnya penyakit jika seseorang tak menjaga daya tahan tubuhnya.

Jika seseorang dehidrasi kama bagi orang-orang berkategori rentan akan mudah terpapar virus Covid-19.

Baca Juga : Angka Kematian Covid-19 Malang Raya Dinilai Tertinggi Se-Indonesia, Begini Respon Sutiaji

"Sangat berhubungan (saat pandemi Covid-19), karena bagaimanapun juga dehidrasi itu akan menurunkan daya tahan tubuh. Disitulah ada komorbid, lansia jika daya tahan tubuh dan mobilitas tinggi akan mudah terpapar virus Covid-19," jelasnya.

Lebih jauh, pria yang juga Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang ini mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan. "Anjuran kita adalah tetap jaga kesehatan manakala nanti mengadakan aktivitas-aktivitas, semua masyarakat baik yang rentan maupun yang tidak," tegasnya.

Jaga kondisi kesehatan tubuh itu bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Dan tetap menjaga tubuh agar tidak terhidrasi. Dengan begitu, maka paparan penyakit apapun tidak akan mudah untuk masuk ke tubuh seseorang.

"Asupan (makanan bergizi) harus cukup, cairan sekalipun tidak haus tetap harus cukup. Tanda kalau kita sudah dehidrasi itu manakala kencing kita sudah tidak bening," tandasnya.