Suasana saat Diskoperindag Kabupaten Tulungagung berkunjung ke Pasar Oro-Oro Dowo untuk studi tiru (istimewa)
Suasana saat Diskoperindag Kabupaten Tulungagung berkunjung ke Pasar Oro-Oro Dowo untuk studi tiru (istimewa)

MALANGTIMES - Inovasi, konsep pembangunan, maupun pengelolaan pasar oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, telah banyak menuai sukses dan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Bahkan, Kemendag sendiri mengakui inovasi dan konsep pembangunan Diskoperindag Kota Malang sebagai salah satu inovasi yang terbaik dengan memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah lain untuk studi tiru atau belajar di Diskoperindag Kota Malang.

Baca Juga : Inovasinya Jadi Salah Satu Terbaik di Indonesia, Diskoperindag Bakal Dapat DID Miliaran

Hal tersebut diakui Kepala Diskoperindag Kota Malang, Wahyu Setianto, saat dihubungi jurnalis media ini, Sabtu (8/8/2020). "Rekom dari kementerian juga untuk daerah lain studi tiru di Malang," jelasnya.

Sebelumnya, Diskoperindag Kota Malang mendapatkan kunjungan dari Diskoperindag Kabupaten Tulungagung, Jumat (6/8/2020). Saat itu, Diskoperindag Kabupaten Tulungagung mengunjungi Pasar Rakyat Oro-Oro Dowo yang ada di Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Kedatangan Diskoperindag Kabupaten Tulungagung tersebut guna mempelajari atau studi tiru terkait pengelolaan maupun konsep pembangunan yang bagus dari Pasar Rakyat Oro-Oro Dowo.

"Pemkab Tulungagung kan dapat rekomendasi dari Kemendag, kebetulan mau bangun (pasar) di sana dengan konsep pasar tradisional dengan pelayanan seperti pasar modern. Jadi mau meniru manjemennya," jelasnya.

Selain itu, Diskoperindag Kabupaten Tulungagung juga ingin mempelajari bagaimana kiat-kiat dari Diskoperindag Kota Malang hingga Pasar Oro-Oro Dowo mendapatkan predikat sebagai pasar Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Kalau untuk predikat SNI kan juga harus meraih predikat pasar tertib ukur, asikitasnya harus lengkap, seperti ruang laktasi, ruang kesehatan dan lainnya. Saat kunjungan itu, akhirnya kita juga cerita terkait inovasi  Sekolah Pasar Pedagang Cerdas (Sepasar Pedas), yang itu juga membuat mereka tertarik untuk mengadopsi," bebernya.

Wahyu juga menyampaikan, jika bukan hanya dari Pemkab Tulungagung saja yang berkunjung untuk studi tiru ke Kota Malang, khusus ke Diskoperindag Kota Malang. Terdapat juga dari pemerintah darah lainnya, mulai dari pemerintah daerah di Sumatera, Jawa Barat, bahkan hingga Diskoperindag di Sulawesi.

Baca Juga : Mendagri Tito Launching Gerakan 26 Juta Masker Se-Jatim

"Sebelum Covid-19 banyak mas, dari luar Jawa. Ada dari daerah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Sulawesi, Pemerintah Daerahnya pernah ke sini, karena kan rekomendasinya dari Kemendag," pungkasnya.