Salah satu panti pijat yang ada di Kabupaten Malang (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Salah satu panti pijat yang ada di Kabupaten Malang (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dalam kurun waktu sebulan, yakni di sepanjang bulan Februari 2020, pajak hiburan di Kabupaten Malang mampu mendulang pendapatan Rp 651.680.818.

Penghasilan pajak hiburan yang mencapai ratusan juta tersebut, dijelaskan Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Dr Purnadi, bersumber dari 8 sektor yang ada di bawah pengelolaan pajak hiburan.

Baca Juga : Tawarkan Konsep Ethnic Classic, Shanaya Resort Malang Buka Paket Pernikahan

 

”Salah satu sektor penunjang pajak hiburan tersebut adalah pajak panti pijat,” kata Dr Purnadi saat dikonfirmasi media online ini.

Hingga akhir bulan Februari, lanjut Dr Purnadi, pajak panti pijat di Kabupaten Malang mampu menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) hingga jutaan rupiah. ”Dalam kurun waktu sebulan, pajak panti pijat memperoleh pendapatan Rp 5,7 juta,” ujar Dr Purnadi.

Jika melihat data yang dihimpun Bapenda Kabupaten Malang, pajak panti pijat memang memiliki tren pendapatan yang cukup menjanjikan. Terutama dalam kurun waktu 4 tahun belakangan ini.

Diterangkan Dr Purnadi, pada tahun 2016 lalu target pajak panti pijat dipatok Rp 49,2 juta. Hingga tutup buku 2016, Bapenda Kabupaten Malang mampu mendulang pendapatan hingga Rp 76.410.992. Artinya pada tahun 2016, pendapatan panti pijat surplus hingga 55 persen.

Bergeser setahun kemudian, target pajak panti pijat di tahun 2017 meningkat menjadi Rp 51.988.000. Meski targetnya mengalami peningkatan, namun hingga akhir tahun 2017 Bapenda Kabupaten Malang mampu mendulang surplus di sektor pajak panti pijat hingga 79 persen, atau setara dengan Rp 93.211.682.

Baca Juga : Grab Fast! Town House Dekat Tol 800 Juta Tinggal 4 Unit

 

Kondisi serupa juga terjadi pada 2018, target pajak panti pijat kembali mengalami peningkatan 8 persen dari tahun sebelumnya, yakni menjadi Rp 69.328.430. 

Meski targetnya meningkat, namun lagi-lagi Bapenda Kabupaten Malang mampu mendongkrak pendapatan pajak panti pijat. Bahkan di tahun 2018 lalu, pendapatan pajak panti pijat masih bisa surplus 28 persen, yakni memperoleh Rp 89.178.815.

”Kalau melihat data yang ada, pajak panti pijat memang menjadi salah satu sektor pajak hiburan yang selalu mengalami surplus,” tutup Dr Purnadi sembari berharap jika catatan positif tersebut bakal terulang kembali di tahun 2020 ini.