Peta sebaran kasus covid-19 di Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)
Peta sebaran kasus covid-19 di Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Sudah saatnya bagi pemerintah Kabupaten Malang untuk lebih berhati-hati dalam menangani kasus covid-19 di wilayahnya. Bagaimana tidak, hingga kemarin (Jumat (7/8/2020) jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Malang masih terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang, tercatat sudah ada 547 kasus positif covid-19 per hari Jumat (7/8/2020) malam. ”Dari data terbaru yang kami terima, jumlah kasus covid-19 meningkat 10 pasien menjadi 547 kasus,” ungkap Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz.

Baca Juga : Update Covid-19 Kota Batu, Tingkat Kesembuhan 81 Persen, Terkonfirmasi Aktif 12 Persen

Penambahan 10 pasien dari data sehari sebelumnya yang hanya 537 di hari Kamis (6/8/2020) itu, masih didominasi dari Kecamatan Singosari dan Pakis. Dimana dari kedua kecamatan tersebut masing-masing mengalami penambahan 3 orang pasien.

Bergeser ke 4 pasien lainnya, berasal dari Kecamatan Dau, Jabung, Lawang, dan Turen yang masing-masing kecamatan bertambah seorang pasien positif covid-19.

”Yang bertambah hanya jumlah kasus positif-nya, untuk yang sembuh dan meninggal dunia jumlahnya tidak bertambah. Yaitu 365 pasien yang sembuh dan 43 pasien yang meninggal dunia,” ungkap Aniswaty.

Dengan tidak adanya penambahan jumlah pasien yang sembuh tersebut, membuat prosentase kesembuhan di Kabupaten Malang menjadi fluktuasi dan bahkan cenderung menurun.

Dari yang sebelumnya angka kesembuhan mencapai 67,97 persen, kini mengalami penurunan 1,24 persen menjadi 66,73 persen pada hari Jumat (7/8/2020).  ”Sampai saat ini masih ada 139 pasien yang menjalani perawatan akibat terpapar covid-19,” sambung Aniswaty.

Baca Juga : Sebanyak 43 Pasien Covid-19 Meninggal, Bupati Malang: Karena Ada Penyakit Bawaan

Sebagai informasi, dari 139 pasien tersebut, 67 diantaranya dirawat di rumah sakit, 65 orang menjalani isolasi mandiri, dan 7 pasien sisanya dirawat di gedung observasi.