Suasana pembagian 1.000 masker kepada warga di wilayah Kampung Tangguh RW 5 Glintung, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing Kota Malang, Kamis (6/8). (Ahmad Amin/MalangTIMES).
Suasana pembagian 1.000 masker kepada warga di wilayah Kampung Tangguh RW 5 Glintung, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing Kota Malang, Kamis (6/8). (Ahmad Amin/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Gerakan Jatim Bermasker disambut semua elemen di Kota Malang. Sore ini (Kamis, 6/8/2020) sekitar 1.000 masker dibagikan kepada warga Glintung Kota Malang.

Pembagian masker ini untuk mendorong terwujudnya Jatim Bermasker Jatim Sehat. Mengingat pandemi Covid-19 yang belum usai, juga sekaligus sarana mengedukasi masyarakat Kota Malang untuk disiplin memakai masker.

Baca Juga : Bantu Viralkan! Seorang Tunawicara Bersepeda dari Malang ke Jakarta Mencari Orangtuanya

Gabungan TNI-Polri di wilayah Kota Malang, secara langsung menggaet para ibu-ibu untuk ikut membagikan 1.000 masker kepada masyarakat di wilayah Kampung Tangguh RW 5 Glintung, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Wakapolresta Malang Kota, AKBP Totok Mulyanto mengatakan kegiatan pembagian 1.000 masker tersebut sebagai upaya untuk menertibkan masyarakat dalam penggunaan masker. 

"Kita melaksanakan apa yang telah disampaikan bapak presiden Jokowi bahwa untuk 2 minggu ke depan ini kita fokus untuk memasyarkatkan agar masyarakat tertib dan patuh menggunakan masker. Dalam arahan pak presiden selama 2 minggu ke depan wajib membagi masker, 2 minggu berikutnya mengedukasi cuci tangan dan jaga jarak. Ini harus disosialisasikan," ujarnya.

Sasarannya dengan menggaet para ibu di Kota Malang untuk ikut terlibat. Dia menyebut peran ibu sebagai pengingat dalam keluarganya. Sehingga upaya tertib dan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bisa menyasar ke semua pihak.

"Kenapa kita mengedepankan peran dari ibu-ibu PKK, seperti apa yang telah disampaikan bapak Kapolda Jatim bahwa ibu-ibu ini kan lebih dikedepankan. Misalkan anaknya nggak pakai masker ibunya yang mengingatkan, atau bapak-bapaknya dan lain sebagainya," terangnya.

Baca Juga : Regenerasi, 6 Pamen di bawah Jajaran Korem 083 BDJ Diganti

Lebih jauh, ia menilai sejatinya masyarakat Kota Malang memang sudah cukup disiplin dalam bermasker. Hanya saja, tingkat kesadaran tetap harus terus dimaksimalkan.

Terlebih saat ini semua tatanan akan berjalan ke adaptasi kehidupan baru atau New Normal. Yang mana, diharapkan hal itu bisa meningkatkan roda perekonomian bagi masyarakat di Indonesia.

"Ya kami rasa dari kepolisian dan TNI melihat masyarakat ya cukup baik disiplin, walaupun masih ada beberapa (tidak dispilin, Red). Dalam adaptasi tatanan kehidupan baru roda perekonomian ini yang diharapkan bisa kembali, namun yang perlu dipahami oleh masyarakat luas bahwa covid ini masih ada. Jadi harus disiplin," tandasnya.