Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Rasulullah SAW dikenal sebagai pedagang ulung. Lantaran kejujurannya dalam berdagang, Rasulullah SAW juga sangat dicintai para pembeli juga penanam modal.

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Rasulullah SAW memiliki strategi bisnis yang luar biasa. Barang dagangan dibeli Rasulullah SAW selalu dalam bentuk tunai, bukan utang. Kemudian selalu jujur dalam berdagang.

Baca Juga : Kisah Lelaki Tunadaksa yang Ibadahnya Dinilai Terbaik oleh Allah SWT

Rasulullah SAW pernah berkata, “Siapapun yang transparan dalam berjualan, maka mereka akan mendapatkan keberkahan atas transaksi keduanya.”

Rasulullah SAW selalu menjaga kepercayaan tersebut. Sehingga Rasulullah SAW saat berdagang begitu dikenal dan orang-orang suka berdagang dengan Rasulullah SAW.

Pada akhirnya, datang pedagang Makkah untuk menitipkan modal mereka. Maka semakin banyak modal Rasulullah SAW dan banyak yang membeli barang dagangan untuk dijual kembali.

Suatu ketika, Rasulullah SAW berpikir untuk melakukan ekspansi dan menjual dagangan ke luar Makkah. Maka berkembanglah perdagangan Rasulullah SAW dan berdagang ke Negeri Syam.

Rasulullah SAW mengatur strategi berbeda dengan orang Quraisy yang biasanya kembali ke Makkah dari Negeri Syam hanya membawa uang dan emas. Saat itu Rasulullah SAW membelanjakan semua modalnya dengan barang-barang yang ada di Negeri Syam.

Sehingga Rasulullah SAW memperdagangkan produk dari Makkah di Negeri Syam. Modal dan keuntungan itu kemudian dibelikan dengan produk dari Negeri Syam. Lalu dijual di Makkah. Sehingga dobel keuntungan Rasulullah SAW.

Singkat cerita, Khadijah bergabung dengan Rasulullah SAW lantaran masyhurnya Rasulullah SAW saat berdagang. Dikisahkan jika Khadijah merupakan pedagang yang sangat kaya raya.

Saat itu, Khadijah yang belum memeluk Islam ingin membuktikan langsung kejujuran Rasulullah SAW dengan menitipkan Maisyaroh, hamba sahayanya.

Selama perjalanan, Maisyaroh terkagum dengan Rasulullah SAW. Diantaranya karena perilaku Rasulullah SAW yang berbeda dengan tuan kepada hamba sahayanya. Maisyaroh diajak makan maupun beristirahat bersama selama perjalanan berdagang.

Hal lain yang membuat kaget Maisyaroh adalah, kafilahnya dinaungi oleh awan. Maisyaroh menyaksikan itu sendiri dan sangat kagum.

Baca Juga : Pedihnya Siksaan pada Kaum Nabi Luth, Para Penyuka Sesama Jenis

Saat sampai di Negeri Syam, Maisyaroh lebih kagum lantaran sikap Rasulullah SAW yang mudah bergaul saat berdagang. Sehingga transaksi begitu mudah dilakukan. Ketika sudah ada keuntungan, maka Rasulullah SAW juga keliling membagikan sedikit hartanya untuk orang fakir.

Rasulullah SAW juga tak kenal lelah untuk menawarkan produknya. Beliau keliling dengan sangat ramah ke seluruh penjuru pasar. Sehingga habis barang Rasulullah SAW yang berasal dari Makkah hanya dalam satu hari.

Di hari berikutnya, Rasulullah SAW pun membeli barang dagangan asal Negeri Syam, dan sangat dimudahkan proses membelinya. Maka hanya dua hari saja, kafilah Rasulullah SAW kembali ke Makkah.

Pada saat tiba di Makkah, kafilah Quraisy belum datang. Maka sebelum masuk pasar, Rasulullah SAW sudah dikerubungi oleh masyarakat Makkah dan membeli kebutuhannya. Lantaran begitu cepatnya Rasulullah SAW dan tak pernah menunda pekerjaannya.

Dalam hitungan satu hari juga, dagangan Rasulullah SAW sudah habis, dengan keuntungan yang berlipat-lipat. Padahal saat itu Rasulullah SAW belum masuk hingga gerbang Makkah.

Di hari yang sama, Rasulullah SAW mengantarkan amanah kepada para pemegang modal dagang Rasulullah SAW, tanpa kecuali ke rumah Khadijah. Rasulullah SAW menjelaskan perdagangannya dan keuntungannya.

Kemudian menyerahkan hak dari para penanam modalnya. Rasulullah SAW tak pernah beristirahat ataupun tidur sebelum menyerahkan hak yang semestinya diberikan untuk orang lain.