Pelaksanaan UM-PTKIN di UIN Malang. (Foto: Humas)
Pelaksanaan UM-PTKIN di UIN Malang. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Pandemi covid-19  tak menjadi halangan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim  (UIN Maliki) Malang untuk tetap melaksanakan seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). Begitu pula dengan UIN, IAIN, dan STAIN lain se-Indonesia. 

Seluruh perguruan tinggi  di bawah naungan Kementerian Agama serentak melaksanakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) UM-PTKIN selama 4 hari, mulai Senin (3/8/2020) hingga Kamis (6/8/2020).

Baca Juga : Tak Hanya Berkurban di Iduladha, LEDMA Al-Farabi Unikama Juga Lakukan Hal Positif Ini Lho

Hal tersebut sesuai dengan yang tertulis dalam Surat Edaran Panitia Nasional PMB PTKIN Nomor 064/SPAN-UM/VI/2020 tentang Perubahan Sistem dan Jadwal Pelaksanaan UM-PTKIN Tahun 2020.

Peserta yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi tersebut dapat mengerjakan ujian di domisili masing-masing. Tes dapat dilakukan dengan segala jenis gawai, seperti ponsel pintar, laptop, atau komputer. Tentunya, setiap peserta juga harus memastikan bahwa sinyal internet mereka tidak mengalami gangguan.

Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang Prof Dr M Zainuddin MA mengungkapkan bahwa peminat jalur UM-PTKIN tahun ini mengalami peningkatan. Begitu juga dengan peserta ujian yang memilih UIN Malang sebagai destinasi belajarnya. Untuk itu, materi ujian dipersiapkan secara maksimal oleh panitia.

"Maka pelaksanaan ujian dibagi menjadi beberapa gelombang (empat hari) agar kualitas input calon mahasiswa baru tetap terjaga," kata guru besar bidang sosiologi agama tersebut.

Ia melanjutkan, hasil tes jalur ini hanya akan diambil sekitar 50 persen. Ada beberapa pertimbangan panitia untuk meluluskan calon mahasiswa baru. Selain hasil ujian dari UM-PTKIN, panitia juga akan melihat nilai rapor sekolah setiap peserta yang memenuhi syarat.

Dengan beberapa kriteria ini, mahasiswa yang diterima nantinya diharapkan akan lebih serius saat kuliah.

Baca Juga : Ternyata 4 Bulan Tak Ada Kegiatan Belajar Mengajar di SDN Gunungsari 4

Lantaran baru pertama menggunakan sistem daring, Kabag Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerja Dama (AAKK) UIN Malang Imam Ahmad menyatakan, UM-PTKIN butuh banyak evaluasi. Hasil evaluasi setiap harinya akan menjadi bahan untuk memperbaiki pelaksanaan ujian di esok hari atau musim ujian mendatang.

Mukhlish Fuadi, ketua Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Malang, menambahkan, aplikasi untuk keperluan seleksi UM-PTKIN telah dipersiapkan tim IT dari Kemenag RI. "Pihak UIN Malang hanya menjalankan prosedur sesuai arahan dari pusat," tukasnya.