Para pelaku saat beraksi memasukkan sepeda curian ke mobil. (Ist)
Para pelaku saat beraksi memasukkan sepeda curian ke mobil. (Ist)

MALANGTIMES - Maling bermobil terekam CCTV menyatroni sebuah rumah nomor A2/21 di kawasan Perumahan Pondok Alam Sigura-Gura, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (31/7/2020) sekitar pukul 19.52 WIB.

Para pelaku yang berjumlah empat orang menggasak dua buah sepeda milik empunya rumah. Satu berjenis sepeda anak merek Wimcycle dan satu lagi berjenis sepeda mountain bike bermerek Thrill.

Baca Juga : Maling Terekam CCTV di Kedungkandang, Hati-Hati Benda Ini Masih jadi Incaran

Pemilik sepeda sekaligus pemilik rumah, Bambang (42), menceritakan kejadian hilangnya sepeda yang baru sekitar satu bulan ia beli itu. Saat kejadian, ia tidak berada di rumah. Yang ada di rumah hanya mertua dan  anaknya yang paling kecil.

"Saat itu mertua lagi nonton TV di ruang tamu dan anak saya mainan HP, lihat YouTube. Tapi saat kejadian, mereka  tidak dengar suara gaduh dari luar karena mungkin memang suara tv keras," ungkapnya saat ditemui di rumahnya (3/8/2020).

Bambang baru mengetahui hilangnya sepeda saat pulang. Saat itu, ketika sampai di depan rumah,  dia merasa ada yang janggal. Sebab, pagar rumah yang biasanya tertutup kali ini terbuka lebar.

Setelah masuk ke halaman rumah,  Bambang mendapati sepeda, yang diletakkan di pojok rumah depan kamarnya, tidak terlihat lagi. Dari situ ia kemudian masuk ke dalam rumah untuk mencari keberadaan sepedanya, namun tidak ada.

"Saya mikirnya wah dicuri ini. Setelah itu saya lihat CCTV di depan rumah. Ternyata benar ada pelaku yang masuk rumah saya dan mengambil dua sepeda, milik saya sama milik anak saya. Padahal saat itu, sepeda saya sama sepeda anak saya satu rantai jadi satu," ungkap Bambang.

Ia menduga, sebelum beraksi, pelaku telah memetakan lokasi kejadian. Soalnya, pelaku bisa mengetahui posisi gembok pagar rumahnya tidak terkunci dan hanya dikaitkan oleh anaknya yang paling kecil dan kemudian langsung masuk ke rumah.

Baca Juga : 2 Menit, Aksi Sejoli Curi Motor di Masjid Terekam CCTV

"Paling sudah digambar. Kata anak saya yang besar, pas mengantarkan adiknya, ada mobil di depan rumah. Tapi waktu itu nggak curiga. Setalah itu, anak saya ini bilang sama adiknya agar jangan lupa gemboknya. Diduga saat itu pelaku mendengar," ungkapnya.

Sementara itu, dari CCTV terlihat  tiga pelaku duduk di depan samping rumah korban. Saat itu ketiga pelaku seperti tengah berembuk sebelum beraksi. Tak berapa lama, satu pelaku kemudian mulai masuk dan membuka gembok.

Dua pelaku kemudian masuk satu per satu. Pelaku mengangkat dua sepeda korban yang diletakkan di depan kamar dan buru-buru membawa  keluar. Saat pelaku keluar, terdapat sebuah mobil berwarna cerah datang tepat di samping rumah korban. Satu pelaku kemudian membuka pintu belakang dan dua pelaku langsung buru-buru memasukkan dua sepeda ke mobil. Kemudian mereka kabur.

Akibat dicurinya dua sepeda bermerek itu, korban menderita kerugian yang cukup besar. Yakni sekitar Rp 8.850.000. Sepeda Thrill korban seharga Rp 7.350.000 dan sepeda anaknya seharga Rp 1.500.000.