Petugas Kesehatan Dinkes Kota Malang saat melakukan penyuluhan emo demo kepada masyarakat di salah satu kelurahan di Kota Malang. (Foto: Dokumentasi Dinkes Kota Malang).
Petugas Kesehatan Dinkes Kota Malang saat melakukan penyuluhan emo demo kepada masyarakat di salah satu kelurahan di Kota Malang. (Foto: Dokumentasi Dinkes Kota Malang).

MALANGTIMES - Program emo demo atau Emotional Demonstration dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang kembali digalakkan.

Kali ini, setidaknya ada 200 Posyandu yang tersebar di Kota Malang dilakukan penyuluhan emo demo di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga : Psikolog Sangat Dibutuhkan Pasien Covid-19, Kota Batu Bakal Tambah Psikolog

 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Malang, Latifah Hanun mengatakan, melalui emo demo ini masyarakat diberikan penyuluhan pencegahan Covid-19 dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

"Di masa Covid-19 ini, kita bergerak di di 200 Posyandu. Yang kita lakukan itu dengan penyuluhan Germas, di masa pandemi," ujarnya.

Melalui penyuluhan inilah, emo demo dilakukan. Di samping Germas dengan harus menerapkan cuci tangan pakai sabun, masyarakat juga harus memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. 

"Di antaranya, memakai masker dan menjaga jarak. Kemudian juga tidak lupa menghindari sementara berjabat tangan," imbuhnya.

Dalam emo demo itu, petugas kesehatan dari Dinkes Kota Malang memberikan demonstrasi berupa gambaran penyebaran kuman di tempat umum yang harus diwaspadai.

"Bukan hanya mempratekkan saja, tetapi kita memberikan edukasi kepada masyarakat. Kuman itu memang ada di sekitar kita. Dengan emo demo ini masyarakat akan paham harus menjaga gerakan hidup bersih dan sehat," paparnya.

Baca Juga : Target Tercapai, Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kabupaten Malang Capai 64 Persen

 

Penjelasan yang diberikan kepada masyarakat itu, petugas kesehatan memanfaatkan bubuk kopi sebagai contoh kuman. Yang mana bila kuman itu disebar ke benda-benda mati, kemudian tak sengaja masyarakat memegangnya maka harus melakukan cuci tangan.

"Kita mengasumsikan bubuk kopi sebagai kuman. Dari benda yang disentuh pun itu ada kuman. Kemudian kenapa kita tidak boleh berjabat tangan ya karena itu, kita habis menyentuh ini. Kuman yang ditempel ke tubuh kita akan nempel ke orang lain. Karena itu masyarakat diharapkan sesering mungkin cuci tangan," terangnya.

Cara ini juga sebagai upaya edukasi Dinkes Kota Malang kepada masyarakat untuk disiplin, mengingat penularan Covid-19 yang bisa dari mana saja tak mengenal tempat.

"Jangan lupa juga menggunakan masker, tetap jaga jarak, karena di era pandemi ini penularannya lewat droplet. Kita ke posyandu-posyandu itu dengan harapan masyarakat juga bisa menyebarluaskan kepada lingkungan sekitar, minimal ke tetangganya," tandasnya.