Krisna Bond atau yang terkenal dengan nama panggung Presiden Party Indonesia. (Foto: Krisbond for MalangTimes)
Krisna Bond atau yang terkenal dengan nama panggung Presiden Party Indonesia. (Foto: Krisbond for MalangTimes)

MALANGTIMES - Krisna Bond, seorang musisi bersolo karir asal Karanganyar, memiliki target dalam bersilaturahmi kepada kawan-kawan musikus lintas kota dan lintas genre. Apa itu? Tak lain menghasilkan satu kota satu karya.

Krisna Bond atau yang juga dikenal dengan nama panggung Presiden Party Indonesia mengawali karirnya pada tahun 2009 dengan band punk rock Permen Mungil. Selanjutnya tahun 2016, dia bergabung bersama band celtic, Beercandu. 

Baca Juga : Semarak Rilisan Malang di Semester Pertama 2020

Setelah berkecimpung dalam berbagai genre musik dengan berbeda band, akhirnya Krisna Bond pada tahun 2019 memutuskan untuk bersolo karir dengan mengusung genre campuran sesuai karya yang dihasilkan. 

"Awalnya mengusung genre celtic. Tapi setelah saya menghasilkan karya, saya lebih mantap dengan berbagai genre sesuka hati saya," ujarnya ketika saat bersama komunitas Malang Ska Club beberapa waktu lalu.

Tahun 2020 ini dirinya telah menyusun serangkaian tur ke beberapa daerah dengan menyusun konsep tidak manggung, tetapi bersilaturahmi ke kawan-kawan musisi, radio dan komunitas pergerakan musik lokal. 

Di setiap daerah yang ia singgahi, musik yang juga dipanggil Krisbond itu membuat sebuah konten podcast bersama musisi dan juga melakukan serangkaian promo single terbarunya ke radio-radio yang berada di daerah tersebut.

"Tur mengudara pertama saya dimulai dari Surakarta. Selanjutnya tur mengudara kedua saya ke Kediri dan untuk kali ini terakhir di Malang," ujar pria 23 tahun ini.

Dirinya pun memberikan alasan mengapa membuat tur promo single terbaru dengan mengusung konsep podcast dan berkunjung ke radio-radio karena simpel dan bisa dijadwalkan sendiri. Selain itu, saat ini Indonesia tengah mengalami bencana non-alam, yakni pandemi covid-19. 

"Di tengah pandemi covid-19 ini, saya merilis single kedua saya berjudul Indonesia Saling Menguatkan yang lahir ketika hashtag Indonesia Terserah trending di media sosial," ungkapnya. 

Krisbond beralasan kemunculan hashtag semacam Indonesia Terserah akan semakin membuat dampak negatif yang berkepanjangan. Apalagi selama ini Indonesia mengenal rasa saling membantu dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. 

Baca Juga : Keren, Seniman Ini Buat Miniatur Patung Berbahan Clay bak Negeri Dongeng

Lebih lanjut, Krisbond mengungkapkan, dalam rangkaian tur mengudaranya yang kedua ini, dirinya telah melahirkan dua karya sekaligus di dua kota yang berbeda, yakni di Kota Kediri dan Kota Malang.

"Untuk saat ini dua karya tersebut sedang dalam proses mixing untuk secepatnya akan segera dirilis di beberapa platform digital," ungkap pria yang memiliki cita-cita nantinya terkenal seperti James Bond ini. 

Ia pun menargetkan dalam tur mengudara ketiga ke depan akan berkunjung, melakukan promo single-single lagunya serta akan terus berkarya, satu kota satu karya.  "Ke depan saya ingin berkunjung ke Bali, Bandung dan kembali ke Solo lagi," katanya.

Untuk pengaturan keuangan dalam rangkaian tur mengudaranya, Krisbond mengungkapkan bergaya hidup seperti orang luar negeri atau bule. Yakni dengan bekerja satu bulan full, satu bulan berikutnya melakukan tur ke kota-kota yang belum dikunjungi. 

Ke depan Krisbond berencana akan mengeluarkan sebuah album yang di dalamnya terdapat single lagu yang telah tercipta dan dirilis tahun depan. "Tahun depan planning album karena sekarang masih dalam kondisi pandemi covid-19," ungkapnya. 

Sebagai informasi bahwa karya-karya Krisbond dapat dinikmati di beberapa platform digital seperti Spotify, Itunes, Joox, Deezer, Amazon music dan juga di akun YouTube Presiden Party Indonesia atau melalui akun Instagram-nya, yakni di @krisna_bond.