Komjen Listyo Sigit Prabowo (Foto:  Kompas.com)
Komjen Listyo Sigit Prabowo (Foto: Kompas.com)

MALANGTIMES - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia atau MAKI mengapresiasi kinerja Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam keberhasilan membekuk buronan negara Djoko Tjanda.

Atas kinerjanya itu, Listyo dinilai layak untuk mejadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Ia dianggap pantas untuk menggantikan posisi Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun.  

Baca Juga : Penampilan Rambut Pasha Ungu Kembali jadi Kontroversi, Kemendagri Buka Suara!

Bukan tanpa alasan, diketahui Listyo telah berhasil menangkap buronan negara yang kabur selama 11 tahun, Djoko Tjandra di Malaysia.

Pendapat itu disampaikan oleh Koordinator MAKI, Boyamin Saiman. "Saya katakan dia (Listyo) layak jadi Kapolri," ujar Boyamin.  

Boyamin lantas menjelaskan sebelumnya kasus pelarian Djoko Tjandra yang melibatkan pejabat Bareskrim disebut-sebut untuk menghantam Kabareskrim karena persaingan jabatan Kapolri.  

Karena hal itulah, Listyo seakan dianggap tak layak menjabat sebagai Kapolri. Lantaran, dinilai gagal mengantisipasi bawahannya yang membantu buronan.  

Namun, hal itu langsung ditepis dengan langkah Listyo yang berani untuk menangkap Djoko Tjandra. Di sisi lain, Boyamin mengatakan jika kini Kabareskrim dianggap telah lulus ujian lantaran berhasil menangkap Djoko Tjandra.  

"Fair saja, kasus ini dijadikan untuk menghantam Kabareskrim jadi Kapolri, saya katakan sebaliknya, dia layak jadi Kapolri," papar Boyamin.  

Baca Juga : Heboh Kemunculan "Agama Muslim" di Sumatera Barat, Pengikutnya Terancam Proses Hukum

Sebelumnya, buronkasusa pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali Djoko Tjandra ditangkap di Malaysia, Kamis (30/7/2020). Ia tiba di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta sekitar pukul 22.48 WIB.  

Penangkapan Djoko ini dikatakan oleh Listyo jika pihaknya telah mendapatkan informasi buron Ada di Malaysia. Dari informasi itulah Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengirim surat ke Polis Diraja Malaysia untuk membantu proses penangkapan Djoko.  

"Pak Kapolri kirim surat ke Polis Diraja Malaysia untuk bersama melakukan tindakan pencarian yang bersangkutan," ujar Listyo.

Listyo lantas mengatakan jika penangkapan Djoko ini dilakukan oleh tim khusus yang terdiri dari anggota Bareskrim Polri dan Divisi Propam Polri. Kedua tim tersebut lantas dikirim ke Malaysia untuk penjemputan pada Kamis (20/7/2020) sore.