Dandim 0818 Ferry Muzawwad di pendopo Pemkab Malang, Kamis 30/7/2020. (Foto: Aldi Nur F. A. - MalangTIMES)
Dandim 0818 Ferry Muzawwad di pendopo Pemkab Malang, Kamis 30/7/2020. (Foto: Aldi Nur F. A. - MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kapolres Malang  AKBP Hendri Umar menilai kampung tangguh di Kabupaten Malang rata-rata telah berjalan efektif.

Penilaian itu disampaikan kapolres setelah rapat evaluasi terkait covid-19 di pendopo Pemkab Malang, Kamis 30 Juli 2020.  "Rata-rata efektif kok. Di Bululawang, Kepanjen, di Jatikerto Kromengan, Slorok Kromengan. Rata-rata masih jalan semua," kata Umar.

Baca Juga : Terpapar Covid-19, Dokter Terkenal di Kota Blitar Meninggal Dunia di Malang

Kendati demikian, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu Letkol (Inf) Ferry Muzawwad yang juga komandan Satgas Transisi New Normal di Kabupaten Malang  menilai bahwa penerapan 'transisi new normal' di Kabupaten Malang secara keseluruhan belum mampu berjalan efektif.

Menurut dandim, masih  banyak hal yang harus dievaluasi terus-menerus. Dandim juga merasa bahwa penularan covid-19 belum bisa dikendalikan dengan baik.

"Artinya kalau secara efektif memang belum. Makanya perlu adanya evaluasi-evaluasi terus-menerus sehingga nanti sampai pada akhirnya bisa dikendalikan dengan baik," ujarnya.

Namun, perekonomian Kabupaten Malang yang sebelumnya terdampak kini sudah berjalan lancar seperti biasa. Ferry mengatakan masyarakat boleh melangsungkan kegiatan perekonomiannya, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga : Hotman Paris Sindir Musisi Bali yang Tak Percaya Covid-19, Jerinx SID Beri Jawaban Pedas

Mengenai kampung tangguh, Ferry menjelaskan perlu penguatan. Bukan hanya ada keluarga tangguh, tapi juga ada keluarga sadar covid. Kalau sudah ada keluarga sadar covid, keluarga  akan melahirkan sistem yang tangguh.

Soal sistem tangguh, dandim menilai masyarakat sudah mengarah ke sana. "Sudah. Saya dengan Pak Kapolres selalu menyosialisasikan, edukasi dari rumah ke rumah, tolong pakai gini," imbuhnya.