Tim tenaga kesehatan saat rapid test kepada pedagang hewan di Pasar Hewan Patok, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Tim tenaga kesehatan saat rapid test kepada pedagang hewan di Pasar Hewan Patok, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Akhir bulan Juli ini, peringatan Hari Raya Idul Adha akan berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Karena itu Pemkot Batu menggelar rapid test pada pedagang hewan di Pasar Hewan Patok, Kecamatan Batu. Hasilnya, satu orang didapati reaktif.

Satu per satu para pedagang itu mendapatkan rapid test oleh petugas tenaga kesehatan yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Total pedagang yang mengikuti rapid test ada 33 orang.

Baca Juga : Jemput Bola, Posyandu di Kota Malang Tetap Berjalan di Tengah Pandemi Covid-19

“Dilakukan rapid test 33 orang, untuk hasilnya 32 non-reaktif dan 1 orang reaktif,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori.

Ia menambahkan, satu orang yang reaktif itu adalah warga dari Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Mengetahui hasilnya reaktif, pedagang hewan itu diminta melakukan isolasi mandiri dan mematuhi protokol kesehatan.

“Diketahui reaktif pedagang hewan ini disarankan untuk isolasi mandiri selama 14 hari ke depan, tentunya untuk mencegah penyebaran Covid-19," imbuhnya. 

“Untuk kegiatan ini khusus dilakukan rapid test adalah pedagang, bukan pengunjung atau warga yang datang ke pasar,” jelas pria yang juga Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Batu ini.

Baca Juga : 150 Pengguna Jalan hingga Pengunjung Kafe di Kabupaten Malang Ikut Rapid Test Dadakan

Rapid test itu dilakukan kepada pedagang hewan lantaran banyaknya para pedagang hewan kurban yang berasal dari luar Kota Batu. Sehingga, upaya itu diharapkan dapat mencegah dan meminimalkan penyebaran Covid-19 di Kota Batu.