Petugas kepolisian saat memeriksa kendaraan di kawasan Jalan Ahmad Yani (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Petugas kepolisian saat memeriksa kendaraan di kawasan Jalan Ahmad Yani (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Selama satu setengah jam melakukan razia kendaraan di pertigaan antara Jalan Ahmad Yani dan Jalan LA Sucipto Senin (27/7/2020), 400 kendaraan bermotor terjaring pemeriksaan Satlantas Polresta Malang Kota.

Dari 400 kendaran roda dua yang diperiksa dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2020, petugas Satlantas Polresta Malang Kota mendapati 167 pelanggar yang mendapat tilang.

Baca Juga : Dini Hari, Polisi Tilang 52 Pelanggar, 20 Pemuda dan Kendaraan Diamankan

“Selama satu setengah jam, mulai dari pukul 08.30 wib hingga pukul 10.00 wib didapati 167 pelanggar yang ditilang,” jelas pria yang pernah menjabat Kasat Binmas.

Lanjutnya, dari jumlah tersebut, lagi-lagi, pelanggaran terbanyak yang dilakukan oleh masyarakat adalah tidak mengantongi SIM. Disusul dengan pelanggaran marka atau rambu.

"Ada juga masyarakat yang alasannya kelupaan membawa STNK, ataupun membawa SIM. Ada juga yang alasan sudah buat SIM tapi belum selesai, itu alasan-alasan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, saat digelarnya razia kendaraan, pihak Satlantas Polresta Malang Kota juga tak pernah lupa membawa personel dari Unit Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas (Dikyasa).

Dalam setiap razia, Unit Dikyasa selalu hadir dan menjadi bagian penting dari kegiatan razia. Unit Dikyasa menjadi unit yang memberikan edukasi atau pendidikan masyarakat (Diikmas) perihal aturan lalu lintas kepada para pelanggar.

Baca Juga : Maling Panjat Pagar, Dua Sepeda Warga Lowokwaru Raib

"Unit ini selalu mengimbau masyarakat agar selalu patuh dan tertib saat berlalu lintas di jalan raya demi keselamatan mereka bersama. Sehingga selalu ada mengikuti jalannya kegiatan," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, selain memberikan tindakan penegakan hukum dengan tilang serta memberikan imbauan kepatuhan berlalu lintas, pihaknya juga turut memberikan imbauan agar masyarakat tetap patuh dengan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19.