Plt Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat menjelaskan potensi pajak daerah (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Plt Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat menjelaskan potensi pajak daerah (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Salah satu sektor PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari kategori pajak hiburan, pada tahun ini diprediksi bakal mengalami surplus. Soalnya, meski tutup buku menyisakan waktu sekitar 5 bulan, namun target pajak hiburan sudah terealisasi 83,75 persen.

 

Baca Juga : Raup Rp 5,6 Miliar, Target Pajak BPHTB sudah Realisasi 61 Persen

”Berdasarkan data terbaru yang kami himpun, hingga pertengahan bulan ini (Juli 2020, red) penghasilan pajak hiburan sudah mencapai kisaran Rp 3,1 miliar,” terang Plt (Pelaksana tugas) Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara.

 

Sebagai informasi, target pajak hiburan tahun ini dipatok Rp 3,7 miliar. Artinya, hingga tutup buku 2020 kekurangan yang perlu direalisasi oleh Bapenda Kabupaten Malang hanya tersisa Rp 600 juta.

 

”Kalau dalam semester pertama (Januari-Juni, red) pendapatan pajak hiburan sudah memperoleh Rp 3 miliar, maka tidak menutup kemungkinan tahun ini bisa mengalami surplus,” ucap Made.

 

Baca Juga : Sudah Dibahas, Tarif Retribusi Jasa Umum Akan Disesuaikan

Sebagai acuan, tahun 2019 lalu pajak hiburan memang mengalami surplus. Dari target yang hanya dipatok Rp 7,9 miliar, hingga tutup buku Bapenda Kabupaten Malang mampu mendulang pendapatan mencapai Rp 8,8 miliar.

 

”Tahun lalu (2019, red) pajak hiburan mampu surplus sekitar 12 persen dari target yang ditentukan,” tutup Made yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang ini.