Wakil Gunernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat berada di Senyum World Hotel, Minggu (26/7/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wakil Gunernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat berada di Senyum World Hotel, Minggu (26/7/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jumlah pasien konfirm positif covid-19 di Kota Batu sudah mencapai 161 orang. Jumlah itu diimbangi dengan pasien sembuh yang sudah mencapai 130 orang hingga Sabtu (25/7/2020).

Rupanya, di mata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, karena hal itu, Kota Batu dinilai salah satu kota dengan pengendalian covid yang baik. “Kota Batu salah satu pengendalian yang baik di mata Ibu Gubernur Jawa Timur dalam konteks pengendalian covid-19,” ucap Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat kunjungan ke Kota Batu, Minggu (26/7/2020).

Baca Juga : Perjalanan Dinas Diperbolehkan, Asalkan untuk Kepentingan Ini

Hingga Sabtu, penambahan pasien konfirm positif di Kota Batu memang  cukup landai. Dari total angka positif 161 orang itu, tersisa 22 orang yang masih dalam perawatan.  Enam orang di antaranya dirawat di rumah sakit. Lalu 10 orang isolasi mandiri di rumah masing-masing dan 6 orang yang isolasi di shelter Hotel Mutiara Baru. Lalu 130 orang telah sembuh dan 9 orang meninggal dunia. 

Emil juga menyinggung covid di Jawa Timur yang saat ini kondisinya landai tetapi tinggi. “Jawa Timur landai tinggi dengan mengurangi beban tenaga medis dan mempercepat siklus kesembuhan. Ini yang diterapkan Jawa Timur,” imbuhnya.

Ya siklus kesembuhan yang cepat akan mengurangi okupansi tempat tidur di rumah sakit. Di sisi lain, pemprov  tetap meningkatkan kapasitas tempa tidur di rumah sakit.

“Siklus kesembuhan cepat bisa mengurangi okupansi tempat tidur di rumah sakit. Kemudian kita meningkatkan kapasitas. Misal di rumah sakit ada 20 unit, kami bikin 30 unit,” tambah mantan bupati Trenggalek ini.

Baca Juga : Berbeda dari RUU HIP, Berikut Definisi Pancasila di RUU BPIP

“Target yang kami pakai sebenarnya 20 unit. Apa tidak mubazir masih ada 10 unit? Ya tidak. Karena apa? Siklus ini begitu ini penuh, ini masuk, ini keluar, ada antrean di selasar itu bahaya,” jelasnya. 

Cara menambah kapasitas  itu untuk memastikan arus menjadi lancar. Ketika rasio harus diturunkan, maka kapasitas ditambah di seluruh rumah sakit di Jawa Timur.