Jemput Bola, Posyandu di Kota Malang Tetap Berjalan di Tengah Pandemi Covid-19

Jul 26, 2020 11:08
Pelayanan Posyandu di Kota Malang sebelum pandemi Covid-19. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Pelayanan Posyandu di Kota Malang sebelum pandemi Covid-19. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 memang mengharuskan pembatasan aktivitas di kerumunan. Salah satu yang juga terkena dampak itu berkaitan dengan layanan Posyandu di Kota Malang.

Untuk itu, Tim Penggerak (TP) PKK nampaknya tak kehabisan akal untuk tetap memaksimalkan layanan kesehatan di masyarakat. 

Baca Juga : Sembelih Hewan Kurban di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Aturannya di Kota Malang

Dalam hal ini langkah yang diambil dengan memanfaatkan kader untuk mendatangi setiap rumah atau disebut dengan sistem jemput bola.

"Posyandu di Kota Malang memang kemarin ada pembatasan, sehingga kader itu yang door to door ke rumah-rumah. Jadi masyarakat tetap stay di rumah, kami yang akan datang," ujar Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji.

Langkah ini dilakukan menyusul instruksi dari Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jawa Timur Arumi Bachsin, bahwasannya setiap TP PKK diminta untuk tetap memaksimalkan fungsi posyandu di masa adaptasi kehidupan baru atau new normal. Tetapi, dalam pelaksanaannya harus tetap menjalankan aturan protokol kesehatan secara ketat. 

Widayati menyebut, sistem jemput bola itu diberlakukan bukan hanya untuk posyandu anak-anak atau balita saja. Melainkan di semua kegiatan posyandu termasuk posyandu lansia.

"Jadi baik itu posyandu lansia, posyandu balita semuanya tetap bisa berjalan. Kita yang mendatangi mereka di mana, dan sekaligus mengedukasi mereka," jelasnya.

Sehingga, di samping memberikan layanan pemeriksaan umum para kader PKK juga diminta untuk memberikan sosialisasi di setiap rumah tangga di masing-masing wilayah.

Baca Juga : Maksimalkan Peran Perempuan, PKK Jatim Gelar 1.500 Rapid Test Masal di Kota Malang

"Misalnya, di depan rumah harus ada alat cuci tangan, selalu pakai masker, dan jaga jarak atau physical distancing, seperti itu sudah dilakukan," imbuhnya.

Apalagi, menurut Widayati Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memiliki program PKK Tangguh. Basisnya, nanti melalui program tersebut setiap keluarga yang telah diberikan edukasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 akan diberikan stiker khusus.

"Dengan program dari kementerian itu kami juga akan memberikan stiker Keluarga PKK Tangguh. Nanti itu bagi mereka yang sudah kita beri edukasi, dan stiker itu sebagai tanda bahwa rumahnya sudah siap protokol Covid-19," pungkasnya.

Topik
Pelayanan PosyanduPosyandu di kota malangPandemi Covid 19TP PKK Kota MalangWidayati Sutiajiberita malang hari ini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru