Petugas gabungan saat melakukan rapid test massal di wilayah Kecamatan Dau (Foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Petugas gabungan saat melakukan rapid test massal di wilayah Kecamatan Dau (Foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sejauh ini terpantau ada 4 kecamatan di Kabupaten Malang yang masuk zona rawan penularan covid-19. Dalam pernyataannya, Penjabat Sekertaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengaku jika ke empat kecamatan yang masuk zona merah tersebut meliputi Kecamatan Lawang, Singosari, Karangploso, dan Dau.

Menanggapi hal itu, jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Malang aktif melakukan giat penertiban sekaligus sosialisasi dan imbauan terkait penerapan protokol kesehatan.

 

Baca Juga : Ada Tambahan 5 Pasien Konfirm Positif dan 3 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Kota Batu

Terbaru, petugas gabungan mulai dari Pj Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Komandan Kodim (Dandim) 0818/ Kabupaten Malang-Kota Batu 0818 Letkol Inf Ferry Muzawwad, personel gabungan Polri dan TNI, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Dinas Perhubungan, jajaran Muspika, dan organisasi masyarakat dilibatkan dalam giat razia yang difokuskan di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang Sabtu (18/7/2020) tersebut.

 

”Kegiatan kali ini merupakan bentuk penegakan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan di tengah masyarakat, terutama dalam masa adaptasi kebiasaan baru untuk mencegah penularan virus covid-19 di wilayah Kabupaten Malang,” terang Wahyu Hidayat.

 

Lebih lanjut, Kasubbag Humas Polres Malang, Iptu Bagus Wijanarko, menjelaskan jika pada kegiatan yang berlangsung mulai pukul 21.00 WIB hingga Minggu (19/7/2020) dini hari ini, diawali dengan melakukan razia terhadap masyarakat yang kedapatan tidak mengenakan masker.

 

”Sedikitnya ada 6 kafe yang ada di wilayah Kecamatan Dau yang dijadikan sasaran utama razia,” ungkap Bagus saat dikonfirmasi media online ini, Minggu (19/7/2020).

 

Selain fokus melakukan razia di tempat tongkrongan, petugas gabungan juga melakukan penyekatan jalan untuk menjaring pengguna jalan yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan. Diantaranya adalah perihal kewajiban pengenaan masker.

 

”Kami juga menyempatkan diri untuk memberikan imbauan dan peringatan kepada pengelola kafe serta para pengunjung, akan pentingnya menaati protokol kesehatan sebagai upaya memutus penularan covid-19,” ungkap Bagus.

 

Baca Juga : Dalam 9 Menit, Kasus Covid-19 di Kabupaten Malang Bertambah 2 Pasien Menjadi 372 Kasus

Dalam agenda yang sama, petugas gabungan juga melakukan rapid test massal. Tercatat, ada 60 pengunjung kafe dan pengguna jalan yang menjalani rapid test massal tersebut.

 

”Dari 60 orang yang menjalani rapid test, 23 diantaranya dinyatakan reaktif covid-19,” terang Bagus.

 

Dari data yang dihimpun Polres Malang, ke-23 warga yang dinyatakan reaktif covid-19 tersebut 13 diantaranya berasal dari Kabupaten Malang, 9 orang warga Kota Malang, dan 1 lainnya merupakan warga Kota Batu.

 

”Terhadap 23 orang yang reaktif sudah diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri. Sampai saat ini kondisi kesehatannya masih dalam pengawasan, masih menunggu informasi dari Dinkes Kabupaten Malang terkait kapan akan dilakukan tet swab-nya,” pungkasnya.