Pelaksanaan Salat Idul Adha yang dilakukan pada tahun lalu di lapangan. (Ist)
Pelaksanaan Salat Idul Adha yang dilakukan pada tahun lalu di lapangan. (Ist)

MALANGTIMES - Perayaan Idul Adha pada 1441 Hijriah atau  2020 ini berbeda dengan Idul Adha tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya momen Idul Adha kali ini dirayakan oleh umat muslim di tengah pandemi covid-19. 

Hal itu pun dirasakan masyarakat di wilayah Kabupaten Malang. Warga juga menanyakan apakah salat Idul Adha berjamaah di masjid atau di lapangan dilarang atau tidak.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama RI Kabupaten Malang Mustain mengatakan, meskipun di tengah pandemi covid-19, tidak terdapat larangan untuk melakukan salat Idul Adha 1441 Hijriah.

Namun, meskipun tidak terdapat larangan salat Idul Adha, ada protokol kesehatan yang harus dilakukan masyarakat serta panitia penyelenggara salat Idul Adha. "Panitia harus mengimbau kepada jamaah untuk wajib menggunakan masker dan jaga jarak ketika memasuki area masjid. Itu perlu adanya pengawasan nanti ketika salat Idul Adha di masjid maupun lapangan," ujarnya, Minggu (19/7/2020). 

Selain penggunaan masker dan jaga jarak setiap jamaah, panitia sallat Idul Adha juga harus melakukan penyemprotan desinfektan di area masjid maupun di sekitar lapangan. Hal itu dilakukan sebagai upaya sterilisasi area yang digunakan untuk salat Idul Adha. 

Lebih lanjut Mustain mengatakan,  jika salat Idul Adha dilaksanakan di masjid, pihak panitia harus menerapkan one gate system atau penerapan satu pintu bagi yang ingin masuk maupun keluar. 
"Di pintu masuk dan keluar itu nantinya jamaah dicek suhu tubuhnya dua kali. Dua kali. Jika pertama suhu tubuhnya melebihi 37,5 derajat celcius, jamaah itu disuruh menepi dulu lima menit dan dicek lagi setelahnya," ungkap Mustain.

Selain itu,  panitia penyelenggara salat Idul Adha dilarang menyediakam kotak amal yang harus digeser berkali-kali dengan sentuhan tangan banyak orang. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan persebaran covid-19. 

"Karena sentuhan tangan dari banyak orang ini rawan penyebaran covid-19. Maka dari itu, kami tidak sarankan cara sedekah dengan memutar kotak amal di masjid maupun di lapangan saat salat Idul Adha nanti," tandas Mustain.

Untuk pelaksanaan salatnya sendiri, panitia harus mengimbau dan mengatur agar shaf jamaah sesuai ketemtuan  physical distancing atau berjaga jarak. Minimal jarak antar-jamaah diberi tanda setiap minimal satu meter. “Hal itu sesuai dengan imbauan dari pemerintah pusat maupun daerah,” ucapnya.

Kepada para khatib, juga ada imbauan agar memberikan khutbah dengan durasi yang tidak terlalu panjang. Bacaan surat yang dilantunkan juga dipilih yang tidak terlalu panjang ayatnya.