Ilustrasi salah satu pasien covid-19 yang dimakamkan di salah satu pemakaman yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)
Ilustrasi salah satu pasien covid-19 yang dimakamkan di salah satu pemakaman yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Adanya kebijakan Perbup (Peraturan Bupati) Malang Nomor 18 tahun 2020, membuat nyaris seluruh sektor PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Malang menyusut. Namun, ada salah satu sektor retribusi daerah yang tidak mengalami penyesuaian target selama pandemi Covid-19 ini.

Dijelaskan Plt (Pelaksana tugas) Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, salah satu penunjang penghasilan PAD yang tidak mengalami penyesuaian target tersebut adalah retribusi pemakaman.

Baca Juga : Sudah Terpenuhi Hampir 50%, Retribusi Daerah Kabupaten Malang Ikut Susut karena Covid

”Target retribusi pemakaman tahun ini Rp 450 juta,” kata pejabat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang akrab disapa Made ini.

Target ratusan juta tersebut, lanjut Made, tidak mengalami perubahan meski kebanyakan sektor sumber penghasilan PAD Kabupaten Malang mengalami kendala sejak adanya pandemi Covid-19.

”Sektor retribusi pemakaman memang tidak mengalami penyesuaian. Targetnya tetap seperti target awal yaitu Rp 450 juta,” ungkap Made.

Berdasarkan data yang dihimpun Bapenda Kabupaten Malang, semenjak masifnya penularan Covid-19 membuat sektor pendapatan retribusi pemakaman mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Seperti yang sudah diketahui, kasus Covid-19 pertama kali ditemukan di Kabupaten Malang pada pertengahan bulan Maret 2020 silam. Sedangkan sepanjang bulan Maret 2020, retribusi pemakaman hanya memperoleh Rp 2,4 juta.

Baca Juga : Ingin Ulang Capaian Positif Retribusi 2019, DPRD Kota Malang: OPD Tingkatkan Kinerja

Namun seiring bertambahnya kasus Covid-19, pendapatan retribusi pemakaman terus meningkat. Hingga akhirnya, pada pertengahan bulan Juli 2020 retribusi pemakaman jika di total mendulang pendapatan hingga ratusan juta.

”Berdasarkan data yang kami kelola, retribusi pemakaman hingga tanggal 15 Juli 2020 memperoleh penghasilan lebih dari Rp 130,8 juta,” tutup Made.